Permintaan Kopra Putih Besar, Peluang Bagi Petani Kelapa
Permintaan kopra putih terutama dari Bangladesh dan Pakistan cukup besar. Kelapa yang dibutuhkan ukurannya lebih kecil dari kelapa standar yang biasa dijual di pasar.
Permintaan kopra putih terutama dari Bangladesh dan Pakistan cukup besar. Kelapa yang dibutuhkan ukurannya lebih kecil dari kelapa standar yang biasa dijual di pasar.
KOPEK (Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa) akan mengadakan Musyawarah Nasional II minggu tanggal 7 Oktober mendatang di Manado. Munas KOPEK ini sehari sebelum World Coconut Day yang diselenggarakan oleh International Coconut Community di kota yang sama. “Kami mengharapkan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan pada Munas untuk memberi arahan pada bupati-bupati sentra produksi kelapa, yang ekonomi masyarakatnya tergantung pada kelapa,” kata Nelson Pomalingo, Ketua Umum KOPEK.
Petrus Gunarso, Ketua Pembina Yayasan Panca Palma Tropika Indonesia menyatakan ada 5 palma di Indonesia yang bila dikelola dengan benar, maka Indonesia bisa jadi juara dunia.
Pemerintah terus memperkuat pengembangan perkebunan kelapa rakyat melalui program revitalisasi, peremajaan, perluasan kawasan, hingga penguatan hilirisasi.
Pengembangan perbenihan menjadi salah satu kunci dalam upaya merevitalisasi industri kelapa nasional. Penggunaan bioteknologi dinilai dapat memperkuat proses pemuliaan, perbanyakan tanaman, hingga penyediaan bahan tanaman unggul dalam skala besar.
Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) Wilayah Riau menyuarakan keprihatinan mendalam terkait masih rendahnya harga beli kelapa di tingkat petani. Padahal, nilai ekonomi dari produk turunan komoditas tersebut terus meningkat tajam di pasar domestik maupun internasional. Kondisi ini mendorong PERPEKINDO Riau mendesak agar tata niaga dan sistem penetapan harga kelapa direformasi secara total.
Industri pengolahan kelapa Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang melalui hilirisasi. Berbagai bagian tanaman kelapa, mulai dari daging, air, tempurung, sabut hingga nira, telah dapat diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi dan memiliki pasar ekspor.
Perkumpulan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) mendesak pemerintah untuk segera menetapkan harga dasar (harga acuan bawah) kelapa di tingkat petani. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama untuk melindungi petani dari ancaman kerugian akibat lonjakan pasokan (oversupply) yang memicu kejatuhan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam materi yang disampaikan pada 1st Indonesian International Coconut Conference & Exposition (IICCE) 2026, Arfie Thahar, Head Division of Food and Downstream Program BPDP, memaparkan peran BPDP dalam mendukung revitalisasi industri perkebunan kelapa.
Revitalisasi industri kelapa di sektor hulu menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta daya saing komoditas kelapa di pasar global. Upaya tersebut membutuhkan dukungan riset dan pengembangan, terutama melalui penguatan program pemuliaan tanaman dan sistem benih berkualitas.
Industri kelapa Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan langkah revitalisasi yang terencana dengan belajar dari keberhasilan pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia.
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas kelapa sebagai kekuatan ekonomi nasional. Namun, potensi tersebut dinilai perlu dikelola melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, mulai dari penguatan sektor hulu, pengembangan industri pengolahan, hingga hilirisasi produk bernilai tambah.