Pemerintah Siapkan Revitalisasi 206.890 Hektare Kelapa, Dorong Produktivitas dan Hilirisasi
Pemerintah terus memperkuat pengembangan perkebunan kelapa rakyat melalui program revitalisasi, peremajaan, perluasan kawasan, hingga penguatan hilirisasi.
Pemerintah terus memperkuat pengembangan perkebunan kelapa rakyat melalui program revitalisasi, peremajaan, perluasan kawasan, hingga penguatan hilirisasi.
Pengembangan perbenihan menjadi salah satu kunci dalam upaya merevitalisasi industri kelapa nasional. Penggunaan bioteknologi dinilai dapat memperkuat proses pemuliaan, perbanyakan tanaman, hingga penyediaan bahan tanaman unggul dalam skala besar.
Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) Wilayah Riau menyuarakan keprihatinan mendalam terkait masih rendahnya harga beli kelapa di tingkat petani. Padahal, nilai ekonomi dari produk turunan komoditas tersebut terus meningkat tajam di pasar domestik maupun internasional. Kondisi ini mendorong PERPEKINDO Riau mendesak agar tata niaga dan sistem penetapan harga kelapa direformasi secara total.
Pengembangan industri hilir kelapa nasional membutuhkan jaminan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan.
Industri pengolahan kelapa Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang melalui hilirisasi. Berbagai bagian tanaman kelapa, mulai dari daging, air, tempurung, sabut hingga nira, telah dapat diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi dan memiliki pasar ekspor.
Perkumpulan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) mendesak pemerintah untuk segera menetapkan harga dasar (harga acuan bawah) kelapa di tingkat petani. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama untuk melindungi petani dari ancaman kerugian akibat lonjakan pasokan (oversupply) yang memicu kejatuhan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Ketua Umum Perkumpulan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo), Muhaemin Tallo, mengusulkan terobosan kebijakan kepada pemerintah dengan menjadikan santan kelapa sebagai bahan baku susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam materi yang disampaikan pada 1st Indonesian International Coconut Conference & Exposition (IICCE) 2026, Arfie Thahar, Head Division of Food and Downstream Program BPDP, memaparkan peran BPDP dalam mendukung revitalisasi industri perkebunan kelapa.
Revitalisasi industri kelapa di sektor hulu menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim, serta daya saing komoditas kelapa di pasar global. Upaya tersebut membutuhkan dukungan riset dan pengembangan, terutama melalui penguatan program pemuliaan tanaman dan sistem benih berkualitas.
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas kelapa sebagai kekuatan ekonomi nasional. Namun, potensi tersebut dinilai perlu dikelola melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, mulai dari penguatan sektor hulu, pengembangan industri pengolahan, hingga hilirisasi produk bernilai tambah.
Indonesia memiliki potensi besar untuk kembali menjadi pemain utama industri kelapa dunia. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan benih unggul, peningkatan produktivitas, penguatan petani, hingga percepatan hilirisasi produk bernilai tambah.
Medan, mediaperkebunan.id – Industri kelapa Indonesia dinilai tengah menghadapi tantangan serius yang mengancam keberlanjutan sektor hulu maupun hilir. Meski harga kelapa sempat mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut belum mampu menutupi berbagai persoalan struktural yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.