Jakarta, mediaperkebunan.id - Industri pengolahan kakao nasional mencatat peningkatan volume penggilingan biji kakao (grind) pada Triwulan III 2026. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Perindustrian, volume grind mencapai 112.628 metrik ton (MT), lebih tinggi dibandingkan capaian pada dua triwulan sebelumnya.
Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia – Cocoa Sustainability Partnership (ASKINDO-CSP), Jeffrey Haribowo, menyambut positif perkembangan tersebut. Menurutnya, peningkatan volume pengolahan kakao mencerminkan kemampuan industri nasional untuk tetap bertahan di tengah perubahan kondisi pasar kakao global.
“Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh rilis data pengolahan grind industri kakao Indonesia oleh Kementerian Perindustrian dimana pada Triwulan III 2026 menunjukan volume sebesar 112.628 MT. Volume ini menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan pencatatatan pada Kuartal I 2026 sebesar 84.844 MT dan Kuartal II 2026 sebesar 110.410 MT. Data volume grind merupakan salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan industri pengolahan kakao nasional. Peningkatan volume ini menunjukan resiliensi industri pengolahan kakao nasional di tengah dinamika pasar kakao global pada saat ini,” pungkas Jeffrey Haribowo, Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia – Cocoa Sustainability Partnership (ASKINDO-CSP).
Data tersebut menunjukkan bahwa volume grind kakao Indonesia meningkat secara bertahap sepanjang 2026. Pada Triwulan I, volume pengolahan tercatat sebesar 84.844 MT, kemudian naik menjadi 110.410 MT pada Triwulan II, sebelum kembali meningkat menjadi 112.628 MT pada Triwulan III.
Kenaikan ini menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas industri pengolahan kakao dalam negeri. Peningkatan kapasitas industri, penyerapan biji kakao, serta pengembangan produk olahan dengan nilai tambah menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing sektor kakao Indonesia.
Selain menyoroti peningkatan volume pengolahan, ASKINDO-CSP juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan dan kolaborasi dalam mendorong kemajuan industri kakao nasional.
ASKINDO-CSP sekaligus menyampaikan apresiasi penuh kepada Direktorat Jenderal Industri Agro beserta Direktorat Industri Minuman, Tembakau dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, atas sinergi untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan kakao di dalam negeri serta membangun industri kakao yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh rantai nilai kakao.
Kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah diharapkan terus mendukung penguatan industri pengolahan kakao di Indonesia. Dengan peningkatan nilai tambah produk di dalam negeri dan pengembangan industri yang berkelanjutan, sektor kakao nasional diharapkan mampu menjaga daya saing sekaligus memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai kakao.