Berita Terbaru

Atasi 40 Juta Hektar Lahan Kritis, PT Pramudita Darya Parma Hadirkan Solusi Bioteknologi di Inagritech 2026

Lahan pertanian dan hutan produktif di Indonesia menghadapi ancaman serius akibat degradasi tanah. Menjawab tantangan tersebut, PT Pramudita Darya Parma memaparkan solusi berbasis bioteknologi melalui produk Pupuk Hayati Dinosaurus dan meluncurkan inovasi terbaru Dinosaurus Liquid Soil Enhancer dalam ajang Inagritech 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Pelatihan AKPY Dorong SDM Sawit Luwu Utara Naik Kelas Hadapi Tantangan Global

Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) telah melakukan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit bagi 92 petani Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan selama 7 hari yaitu tangal 24 - 30 Juli 2026. Program yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi petani sehingga mampu menghasilkan kelapa sawit yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Pesatri dan Fortasbi Hijaukan Tenggulun Aceh Tamiang, Merajut Jaring Pengaman Ekologis

Di tengah bayang-bayang dampak perubahan iklim, abrasi sempadan sungai, serta bencana yang melanda Kawasan Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir 2025, mendorong Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) dan Perkumpulan Pekebun Sawit Tenggulun Lestari (Pesatri), berkolaborasi melakukan pembibitan dan penanaman berbagai jenis pohon yang merupakan bagian dari mitigasi perubahan iklim.

Gaya CUKK untuk PalmCo: Resep Lompatan Kuantum BUMN Sawit Menuju Bioekonomi

BUMN pengelola perkebunan kelapa sawit, PalmCo, dinilai memiliki peluang besar untuk melakukan "lompatan kuantum" menuju pusat peradaban bioekonomi. Kuncinya terletak pada keberanian memperkuat modal sosial, budaya organisasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan merefleksikan keberhasilan lembaga keuangan mikro di pedalaman Kalimantan Barat, Credit Union Keling Kumang (CUKK).

Lompatan Bioekonomi PalmCo: Mengapa Indonesia Harus Alih Fokus dari 'Ton per Hektar' ke 'Brain per Hektar'?

Industri kelapa sawit Indonesia dinilai masih berada dalam jebakan struktur ekonomi lama meskipun telah beroperasi lebih dari satu abad. Dalam analisis terbarunya mengenai arah transformasi sub-holding BUMN perkebunan (PalmCo), pakar ekonomi dan pertanian Agus Pakpahan menegaskan bahwa PalmCo perlu melakukan lompatan paradigma, dari sekadar mengejar indikator material "Ton per Hektar" menuju konsentrasi pengetahuan dan inovasi atau "Brain per Hektar".