Luwu Timur, mediaperkebunan.id - Setelah mengikuti pembelajaran intensif selama lima hari di Makassar, peserta Pelatihan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) yang diselenggarakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) melaksanakan kegiatan field trip ke Kebun PTPN IV Regional di Kabupaten Luwu Timur pada hari Kamis (30/07/2027). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan untuk memperkuat pemahaman peserta melalui pengalaman langsung di lapangan.
Kunjungan ini bertujuan memperdalam materi yang telah diperoleh selama pelatihan, khususnya mengenai teknik budidaya kelapa sawit yang baik (Good Agricultural Practices) serta implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat kebun. Melalui observasi langsung, peserta dapat melihat bagaimana praktik budidaya berkelanjutan diterapkan mulai dari pemeliharaan tanaman, pengelolaan kebun, hingga penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan sesuai standar ISPO.
Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menjajaki peluang kerja sama antara petani kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara dengan manajemen PTPN IV Regional. Diskusi yang berlangsung diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan, baik dalam aspek teknis budidaya, peningkatan produktivitas, maupun penguatan kelembagaan petani.
Ketua tim pendamping AKPY, Tri Haryadi, menyampaikan bahwa field trip merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan teori dengan praktik di lapangan.
"Selama lima hari peserta telah memperoleh bekal teori mengenai teknik budidaya kelapa sawit dan implementasi ISPO. Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan bahwa ilmu tersebut dapat dipahami secara menyeluruh melalui praktik nyata di kebun. Lebih dari itu, kami berharap kegiatan ini menjadi awal terbangunnya sinergi antara petani dan PTPN sehingga tercipta kemitraan yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan," ujar Tri Haryadi.
Dalam kesempatan yang sama, peserta juga berdialog dengan manajemen PTPN IV Regional mengenai peluang kemitraan dalam pengelolaan hasil panen.
Salah satu fokus pembahasan adalah membangun kesepahaman antara petani dan pabrik kelapa sawit (PKS) agar tercipta hubungan usaha yang adil, transparan, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Manajer PTPN IV Regional, Andi E. Gultom, menegaskan bahwa kemitraan yang baik harus dibangun atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan.
"PTPN IV Regional terbuka untuk membangun komunikasi dan kemitraan dengan petani. Kami meyakini bahwa peningkatan kesejahteraan petani akan tercapai apabila seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai standar budidaya, kualitas hasil panen, serta mekanisme penetapan harga yang transparan dan berkeadilan. Dengan demikian, petani memperoleh nilai tambah, sementara pabrik juga mendapatkan pasokan bahan baku yang berkualitas," kata Andi E. Gultom.
Melalui kegiatan field trip ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman teknis mengenai pengelolaan kebun kelapa sawit berkelanjutan, tetapi juga memahami pentingnya membangun kolaborasi antara petani, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung industri kelapa sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Diharapkan hasil dari kunjungan lapangan ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menerapkan praktik budidaya yang lebih baik di kebun masing-masing sekaligus mendorong terbentuknya kemitraan yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat implementasi ISPO, serta menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara.