IICCE 2026: Kesesuaian Lahan Jadi Fondasi Pengembangan Kelapa dan Hilirisasi Nasional
Pengembangan industri hilir kelapa nasional membutuhkan jaminan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pengembangan industri hilir kelapa nasional membutuhkan jaminan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan.
Upaya untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas pekebun kelapa sawit rakyat terus ditingkatkan melalui penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebanyak 60 pekebun asal Kabupaten Aceh Singkil resmi mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) Tahun 2026.
Industri pengolahan kelapa Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang melalui hilirisasi. Berbagai bagian tanaman kelapa, mulai dari daging, air, tempurung, sabut hingga nira, telah dapat diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi dan memiliki pasar ekspor.
Prospek harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) pada periode 2027-2028 diperkirakan tetap berada pada level yang relatif kuat. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom, Ardita Sukma Perdana, dalam konferensi Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/7/2026).
mySAP365 AIX: Machine Learning yang berjalan on-premises menjanjikan kedaulatan data penuh bagi pekebun kelapa sawit, Total Cost of Ownership yang lebih rendah, serta garis pandang yang tak terputus dari bibit hingga panen, tanpa token dan tanpa subscription.
Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk pekebun mitra swadaya di Provinsi Riau mengalami penurunan pada periode 12 hingga 18 Agustus 2026. Penurunan harga tertinggi dicatatkan oleh kelompok tanaman umur 9 tahun yang terkoreksi sebesar Rp61,75 per kilogram atau sekitar 1,57 persen dibandingkan pekan lalu.
Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan industri berbasis sumber daya lokal agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan semakin kompetitif di pasar global. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Specialty Indonesia 2026, yang menjadi etalase bagi produk-produk unggulan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis dan perluasan akses pasar.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PT Koompasia Enviro Institute melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS), hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menggenjot produktivitas kelapa sawit nasional guna mengantisipasi lonjakan permintaan crude palm oil (CPO). Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan CPO, terutama usai pemerintah resmi memberlakukan kebijakan mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026.
Keberhasilan pengelolaan pabrik kelapa sawit (PKS) tidak lagi hanya diukur dari tingginya angka Oil Extraction Rate (OER) maupun Kernel Extraction Rate (KER). Lebih dari itu, perusahaan dituntut untuk membangun trading mindset, pola pikir bisnis yang berorientasi pada penciptaan keuntungan maksimal (maximum profit).
Rencana pemerintah memperkuat kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) menjadi 50 persen dinilai perlu mempertimbangkan kondisi likuiditas serta karakteristik usaha industri kelapa sawit.
lImplementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2025 tentang tata cara pengenaan sanksi administratif di bidang kehutanan diharapkan mampu memberikan kepastian hukum tanpa mengorbankan iklim investasi.