Tingkatkan Produktivitas, 60 Pekebun Aceh Singkil Ikuti Pelatihan Budidaya Sawit SDM-PKS 2026 di Medan

Tingkatkan Produktivitas, 60 Pekebun Aceh Singkil Ikuti Pelatihan Budidaya Sawit SDM-PKS 2026 di Medan

Medan, mediaperkebunan.id - Upaya untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas pekebun kelapa sawit rakyat terus ditingkatkan melalui penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebanyak 60 pekebun asal Kabupaten Aceh Singkil resmi mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 3-8 Agustus 2026 di Hotel AIHO, Medan, ini didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Para peserta terbagi ke dalam dua kelompok pelatihan, yakni Angkatan VII dan VIII.

Pelatihan ini berfokus pada penerapan Good Agricultural Practices (GAP) agar para petani swadaya mampu mengelola perkebunan secara lebih terukur, produktif, serta ramah lingkungan. Selain aspek teknis budidaya, para peserta juga didorong untuk merubah pola pikir dan perilaku dalam mengelola lahan perkebunannya.

Direktur Utama PT Koompasia Enviro, Henry Marpaung, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi teknis merupakan kebutuhan krusial bagi kemajuan perkebunan kelapa sawit rakyat. Menurutnya, penyampaian materi pelatihan bagi petani swadaya dirancang secara khusus agar mudah dipahami dan diterapkan secara praktis di lapangan.

"Yang dibutuhkan petani bukan hanya pendampingan, tetapi juga kompetensi, khususnya terkait teknis budidaya kelapa sawit. Manfaatkan waktu pelatihan ini sebaik mungkin agar kemampuan yang diperoleh nantinya dapat meningkatkan produksi dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Henry.

Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil turut memberikan arahan tegas kepada seluruh peserta. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Singkil meminta peserta mematuhi tata tertib dan menyerap seluruh ilmu yang disampaikan oleh para narasumber.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Aceh Singkil, Mukhlis. Ia menekankan pentingnya adanya perubahan perilaku pengelolaan kebun pasca-pelatihan.

"Kami berharap setelah mendapatkan pembekalan ilmu selama mengikuti pelatihan ini ada perubahan perilaku dalam mengelola perkebunan. Pergunakan kesempatan emas ini untuk kepentingan diri sendiri dan jangan disia-siakan," tegas Mukhlis.

Proses pembelajaran selama satu minggu tersebut juga mendapat perhatian langsung melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) oleh Komite SDM-PKS BPDP, Dewi Wulandari, S.Si.

Dewi mengapresiasi antusiasme para peserta yang mampu memahami serta menjelaskan kembali materi teknis maupun praktik budidaya yang telah diajarkan.

"Bangga melihat peserta mampu menjelaskan kembali materi dan praktik yang sudah diperoleh selama pelatihan. Ini menunjukkan bahwa apa yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta," tutur Dewi.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di daerah asal masing-masing, tidak hanya dengan menerapkan GAP di kebun sendiri tetapi juga membagikan ilmu tersebut kepada sesama pekebun di Aceh Singkil.

Melalui program SDM-PKS ini, perkebunan kelapa sawit rakyat diharapkan dapat bertransformasi menjadi lebih profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan industri sawit di masa depan.