Artikel Terbaru Lainnya

Lihat semua

DIRJENBUN Dorong Pengolahan Lahan Tanpa Bakar

Pengelolaan lahan perkebunan yang bertanggung jawab menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan produksi. Di tengah dinamika cuaca, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus mendorong penerapan Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar (PLTB), disertai penguatan kesiapsiagaan dan pemantauan kondisi lapangan.

Akibat Kemarau, Penerima CPCL Tebu Menunda Penanaman

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) diminta Ditjenbun untuk ikut menyediakan kebun benih berjenjang tebu dalam program hilirisasi perkebunan. P3GI sudah membangun 905 ha kebun benih berjenjang baik untuk bongkar ratoon muapun perluasan. Kebun benih datar seluas ini mampu memenuhi kebutuhan 5.000 ha kebun tebu. Akmal Agustira, Kepala P3GI/PT Riset Perkebunan Nusantara menyatakan hal ini.

KEMENDAG Dorong Peningkatan Daya Saing Kopi Indonesia

Kementerian Perdagangan terus mendorong peningkatan daya saing kopi Indonesia di pasar internasional melalui pemenuhan standar mutu, pemahaman persyaratan negara tujuan, dan pengembangan produk bernilai tambah.

Permentan 18 Tahun 2026 Atur Perdagangan Karbon Sektor Pertanian

Peraturan Menteri nomor 18 tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Melalui Offset Gas Rumah Kaca ditandatangani tanggal 6 Oktober 2026. Permentan ini mengatur tata cara perdagangan karbon melalui pengimbangan emisi gas rumah kaca (Offset Emisi GRK) pada sektor pertanian yang dilaksanakan melalui aksi mitigasi perubahan iklim pada subsektor persawahan, peternakan, dan perkebunan.

Kebutuhan Domestik Salip Ekspor, Industri Sawit Indonesia Memasuki Keseimbangan Baru

Industri minyak sawit nasional mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, konsumsi dalam negeri diproyeksikan menyerap porsi yang lebih besar dibandingkan volume ekspor. Lembaga riset Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) mencatat bahwa sepanjang tahun 2026, penggunaan CPO domestik diperkirakan mencapai 51,3 persen dari total produksi nasional, melampaui porsi ekspor yang berada di angka 48,7 persen.