Artikel Terbaru Lainnya

Lihat semua

Lompatan Bioekonomi PalmCo: Mengapa Indonesia Harus Alih Fokus dari 'Ton per Hektar' ke 'Brain per Hektar'?

Industri kelapa sawit Indonesia dinilai masih berada dalam jebakan struktur ekonomi lama meskipun telah beroperasi lebih dari satu abad. Dalam analisis terbarunya mengenai arah transformasi sub-holding BUMN perkebunan (PalmCo), pakar ekonomi dan pertanian Agus Pakpahan menegaskan bahwa PalmCo perlu melakukan lompatan paradigma, dari sekadar mengejar indikator material "Ton per Hektar" menuju konsentrasi pengetahuan dan inovasi atau "Brain per Hektar".

Mahindra - RMA Indonesia Hadirkan Mahindra OJA 3140 untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Indonesia

Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luasnya lahan, tetapi juga oleh kemampuan petani menghasilkan lebih banyak dengan lebih efisien. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional dan tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian, mekanisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing pertanian Indonesia.

BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Cetak 90 Petani Swadaya Aceh Singkil Jadi Agen Perubahan Sawit

Sebanyak 90 pekebun dan pendamping pekebun kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, resmi menyelesaikan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang berlangsung di Hotel AIHO Medan pada 20-25 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mencetak agen perubahan (agents of change) yang mampu meningkatkan produktivitas serta tata kelola perkebunan rakyat secara berkelanjutan