Cirebon, mediaperkebunan.id – Distribusi benih tebu dari program Kebun Benih Dasar (KBD) berjenjang resmi digulirkan kepada para petani di Kabupaten Cirebon. Dari total 100 hektare kebun yang dikembangkan, sekitar 43 hektare lahan memiliki potensi untuk memasok kebutuhan perluasan tanam hingga 260 hektare. Hingga kini, bantuan benih telah terdistribusi untuk areal pengembangan seluas 210 hektare.
Kualitas benih yang disalurkan mendapat tanggapan positif dari para penerima manfaat. David, anggota Kelompok Tani Rancamaya Jaya dari Desa Lemahabang Kulon, Kecamatan Lemahabang, mengungkapkan kelompoknya memperoleh jatah pengembangan lahan seluas 10 hektare, dengan 5 hektare di antaranya dikelola oleh dirinya.
"Benih varietas Panjalu 1 yang kami terima dalam kondisi sangat segar dan sangat layak tanam. Mata tunasnya terlihat sehat," ujar David.
Apresiasi serupa disampaikan Sukendi dari Kelompok Tani Sari Tebu, Desa Halimpu, Kecamatan Beber. Mengelola lahan seluas 5 hektare, Sukendi menyebut kuantitas serta kualitas batang benih yang dikirim sangat memadai, yakni rata-rata satu truk (rit) per hektare.
"Batangnya bagus, mata tunasnya banyak, dan tebangannya bersih tanpa terikut daun hijau," jelas Sukendi.
Selain membantu produktivitas perkebunan, program KBD berjenjang terbukti memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat sekitar. Ketua KUD Semar sekaligus pelaksana kegiatan, Rahmat, menjelaskan bahwa proses distribusi hingga penanaman benih menyerap banyak tenaga kerja lokal dan jasa transportasi.
Dalam kurun waktu 13 hari pengiriman, tercatat ada 210 armada truk yang dikerahkan dengan nilai pengiriman mencapai Rp315 juta. Di sisi lain, sektor Penebangan menyerap 36 tenaga kerja lokal dengan anggaran sekitar Rp70 juta. Sementara itu, proses penanaman benih melibatkan hingga 1.500 tenaga kerja dengan total pembayaran upah Hari Orang Kerja (HOK) sebesar Rp176 juta.
"Hanya dalam kurun dua minggu, program ini berhasil menggerakkan roda ekonomi warga lokal, mulai dari sopir armada, penebang, hingga tenaga tanam," ungkap Rahmat.
Petani di lapangan kini mulai membandingkan performa varietas Panjalu 1 dengan varietas terdahulu seperti PSJT 941 dan BL. Varietas Panjalu 1 sendiri diproyeksikan mampu menghasilkan produksi hingga 1.500 kuintal per hektare dengan tingkat rendemen mencapai 11 persen.
Program penyediaan benih KBD berjenjang ini diprakarsai oleh Kementerian Pertanian melalui alokasi APBN Tahun Anggaran 2026. Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor perkebunan nasional serta mendukung percepatan hilirisasi komoditas pertanian.