Jakarta, mediaperkebunan.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (5/10). Kehadiran Wamentan yang memiliki latar belakang Kopassus tersebut diharapkan dapat memperkuat jajaran Kementan sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pertanian sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menekankan pentingnya meningkatkan kecepatan kerja seluruh jajaran Kementan. Menurutnya, target kecepatan kerja yang sebelumnya berada pada level 150 kini harus ditingkatkan menjadi 200 sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi program dan target pembangunan sektor pertanian.
“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden. Beliau itu Kopassus. Jadi, kalau sebelumnya speed-nya 150, sekarang menjadi 200. Kita harus lebih cepat lagi, sesuai perintah Bapak Presiden,” ujar Mentan Amran.
Amran menilai tantangan yang dihadapi sektor pertanian membutuhkan kepemimpinan yang tegas, disiplin, serta fokus pada pencapaian hasil. Untuk itu, seluruh jajaran Kementan diminta mempertahankan ritme kerja, meningkatkan koordinasi, dan memastikan berbagai program strategis dapat dilaksanakan secara cepat sekaligus berkelanjutan.
Kehadiran Muhammad Saleh Mustafa juga dinilai dapat memperkuat konsolidasi internal Kementan dan mendukung percepatan agenda strategis pemerintah, khususnya dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami yakin pertanian akan lebih maju ke depan. Kita harus bekerja bersama, mempercepat program, dan memastikan keberlanjutannya. Kita ingin meninggalkan legacy yang baik bagi pertanian Indonesia,” tegasnya.
Mentan Amran turut mengingatkan jajaran Kementan untuk mempertahankan semangat pengabdian dan solidaritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tuntutan terhadap kedisiplinan dan tingginya kinerja perlu diimbangi dengan perhatian terhadap seluruh pegawai, termasuk memberikan kepedulian kepada ASN yang sedang mengalami kondisi sakit sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Saleh Mustafa Siap Jalankan Amanah
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai amanah tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar Kementan serta para petani Indonesia.
“Sejatinya, amanah itu datangnya dari Allah SWT. Karena itu, saya dan keluarga mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri, serta seluruh keluarga besar Kementerian Pertanian,” ujar Wamentan Saleh.
Saleh Mustafa mengatakan pengalaman selama menjalankan tugas sebagai Komandan Korem memberinya gambaran mengenai beragam tantangan yang dihadapi dalam membangun kedaulatan pangan. Salah satunya berkaitan dengan persoalan penyerapan gabah dan tata niaga hasil pertanian.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi dirinya untuk turut menangani berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan. Ia juga menegaskan pentingnya memastikan pembangunan sektor pertanian dapat memberikan dampak dan manfaat yang nyata bagi petani.
Menurut Saleh, kompleksitas persoalan pertanian perlu dihadapi melalui kolaborasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan kesejahteraan petani, serta pengelolaan sumber daya secara optimal.
“Kalau kata Bapak Presiden, impossible menjadi possible. Sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak mungkin, melalui ikhtiar dan kerja bersama, insyaallah bisa menjadi mungkin,” katanya.
Saleh Mustafa menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai agenda pembangunan pertanian nasional. Fokus tersebut antara lain melalui penguatan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta penguatan kedaulatan pangan.