Musi Rawas, mediaperkebunan.id - Tolan Tiga Indonesia, bagian dari SIPEF Group, memulai pembangunan fasilitas bio-compressed natural gas (bio-CNG) kedua di Indonesia. Fasilitas tersebut dibangun di Pabrik Kelapa Sawit Agro Muara Rupit, Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Dimulainya proyek ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama. Fasilitas bio-CNG ini akan dibangun berdampingan dengan fasilitas biogas tipe lagoon yang telah beroperasi di pabrik tersebut sejak Agustus 2026.
Fasilitas biogas yang telah ada berfungsi menangkap metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). Selanjutnya, fasilitas bio-CNG yang baru akan mengolah biogas hasil penangkapan tersebut melalui proses pemurnian dan pemampatan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan industri.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Tolan Tiga Indonesia dengan KIS Group dan Toyota Tsusho Indonesia. Biometana yang dihasilkan dari Agro Muara Rupit direncanakan untuk memasok kebutuhan energi pabrik Toyota Motor serta perusahaan lain yang berada di bawah Toyota Group di Indonesia. Pemanfaatan energi tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi dari kegiatan operasional.
Dorong Pencapaian Target Pengurangan Emisi SIPEF
Limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit secara alami menghasilkan metana selama proses dekomposisi. Melalui penangkapan metana, pelepasan gas tersebut ke atmosfer dapat dicegah sekaligus dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan.
Fasilitas bio-CNG Agro Muara Rupit diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO₂) sekitar 80.000 ton per tahun setelah mulai beroperasi.
Pengembangan fasilitas ini juga menjadi bagian dari strategi transisi gas rumah kaca (GRK) SIPEF Group. Perusahaan menetapkan target pengurangan emisi pada 2030 sebesar 42% untuk emisi Energy and Industry (E&I) dan 30,3% untuk emisi Forest, Land and Agriculture (FLAG) dibandingkan dengan tahun dasar 2024.
Director of Operations SIPEF, Jonathan Fun mengatakan bahwa proyek ini merupakan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
“Bagi SIPEF, proyek ini mencerminkan komitmen kami untuk terus mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Limbah cair pabrik kelapa sawit menghasilkan metana, yang sebelumnya kami tangkap dan bakar melalui proses flaring, Dengan fasilitas Bio-CNG ini, kami dapat melangkah lebih jauh dengan mengolah gas tersebut menjadi bahan bakar terbarukan, mengemasnya, dan menyediakannya bagi pelanggan yang dapat memanfaatkannya untuk mengurangi emisi dari kegiatan operasional mereka. Hal inilah yang membuat proyek ini memiliki arti penting bagi kami. Proyek ini membantu SIPEF memanfaatkan sumber daya yang telah kami miliki dengan lebih baik, sekaligus membantu pihak lain mencapai target dekarbonisasi mereka," jelas Jonathan.
Pengembangan Bio-CNG Berlanjut dari Perlabian
Proyek Agro Muara Rupit melanjutkan pengalaman Tolan Tiga Indonesia dalam pengembangan fasilitas bio-CNG. Fasilitas bio-CNG pertama perusahaan di Indonesia berada di Pabrik Kelapa Sawit Perlabian, Sumatera Utara, dan mulai diresmikan pada Desember 2025 melalui kerja sama dengan KIS Group.
Fasilitas di Perlabian memiliki kemampuan mengurangi emisi CO₂ lebih dari 54.000 ton per tahun. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan fasilitas bio-CNG di Agro Muara Rupit.
Proyek di Agro Muara Rupit sekaligus menjadi proyek bio-CNG pertama yang dikembangkan oleh Toyota Tsusho Indonesia.
K.R. Raghunath, Founder and CEO of KIS Group – Sustainability, mengatakan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi tonggak penting dalam komitmen berkelanjutan. “Peletakan batu pertama proyek keenam kami menandai tonggak penting lainnya dalam komitmen berkelanjutan kami untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Bersama para pemimpin industri seperti SIPEF Group, Toyota Tsusho, dan PGN, kami menunjukkan bahwa solusi energi terbarukan dalam skala komersial dapat diimplementasikan dengan baik, sekaligus memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat," ungkapnya.
Perluas Fasilitas Penangkapan Metana
Selain proyek Agro Muara Rupit, Tolan Tiga Indonesia juga terus menambah fasilitas penangkapan metana di lingkungan operasionalnya. Fasilitas biogas tipe tangki di Dendymarker Indah Lestari ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, jumlah pabrik Tolan Tiga Indonesia yang telah dilengkapi dengan fasilitas penangkapan metana akan mencapai tujuh pabrik.
Investasi tersebut menjadi bagian dari langkah Tolan Tiga Indonesia untuk memperluas penangkapan metana di berbagai fasilitas operasional. Perusahaan juga terus mengeksplorasi pemanfaatan biogas yang telah ditangkap agar dapat diolah menjadi sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan industri.