VPO, ALTERNATIF BISNIS BERNILAI TAMBAH PEKEBUN SAWIT

VPO, ALTERNATIF BISNIS BERNILAI TAMBAH PEKEBUN SAWIT

Jakarta, Mediaperkebunan.id

Petani kelapa sawit selama ini merupakan pemasok TBS pada pabrik kelapa sawit. Tidak pernah ada petani kelapa sawit yang mengolah dan menjual produk. Ade Tri Sunar dari Dir Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, menyatakan hal ini.

Ditjenbun sendiri sampai saat ini belum punya program pengolahan hasil TBS untuk petani kelapa sawit. Belum ada dana APBN untuk pengolahan TBS bagi petani kelapa sawit, belum masuk ke perencanaan juga. Konsep pengolahan TBS oleh petani kelapa sawit baru perkenalan saja.

Meskipun demikian tidak berarti petani tidak bisa mengolah TBS. Alternatifnya adalah mengolah menjadi Virgin Palm Oil (VPO). Dengan memproduksi VPO maka akan memberikan nilai tambah bagi pekebun. VPO bisa dibuat dalam skala industri rumah tangga atau kelompok.

Pemanfaatan VPO ini belum maksimal di Indonesia. Masyarakat juga belum terlalu mengenal. Masyarakat Indonesia lebih mengenal VCO daripada VPO, padahal manfaatnya bagi kesehatan sama.

Investasi alat mesin untuk mengolah VPO juga tidak terlalu besar antara Rp10-100 juta tergantung kapasitas. Ada tiga proses yaitu deguming, netralisasi dan deodirisasi. Karena merupakan produk yang dikonsumsi maka pekebun/kelompok pekebun harus dilengkapi dengan perizinan P-IRT dan izin edar.