Pandawa Agri-First Resources Kerjasama Edukasi Perkebunan Berkelanjutan dengan Inovasi Herbisida Baru

Pandawa Agri-First Resources Kerjasama Edukasi Perkebunan Berkelanjutan dengan Inovasi Herbisida Baru

Siak, mediaperkebunan.id - Pandawa Agri Indonesia (PAI), perusahaan berbasis life-science yang mengembangkan solusi inovatif untuk pertanian berkelanjutan, kembali berkolaborasi dengan First Resources Riau melalui Sustainability Education Forum yang diselenggarakan di PT Meridan Sejati Surya Plantation (MSSP) dan PT Arindo Trisejahtera 2 (ATS 2) pada 3–4 September 2026.  Kegiatan ini menjadi forum berbagi pengetahuan bagi tim operasional perkebunan mengenai keberlanjutan serta praktik penggunaan produk perlindungan tanaman secara bertanggung jawab.
Forum yang mempertemukan seluruh jajaran operasional, mulai dari mandor hingga General Manager, ini bertujuan membangun pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai hubungan antara produktivitas, penggunaan bahan kimia yang bertanggung jawab, dan keberlanjutan operasional perkebunan.

“Keberlanjutan di sektor perkebunan tidak hanya berbicara mengenai target lingkungan di tingkat perusahaan, tetapi juga mengenai bagaimana praktik-praktik tersebut diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Karena itu, edukasi mengenai praktik penggunaan bahan kimia secara bertanggung jawab (chemical stewardship) menjadi penting agar setiap pihak yang terlibat di lapangan memahami bagaimana penggunaan produk perlindungan tanaman dapat dilakukan secara efektif, tepat, dan bertanggung jawab,” ujar Junia Anindya, Sustainability Manager Pandawa Agri Indonesia.

Kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pelaku industri perkebunan memiliki peran penting dalam mendorong perubahan praktik di lapangan. Edukasi menjadi salah satu fondasi agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya dipahami dari sisi teknologi, tetapi juga dapat diterapkan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, efisiensi, dan dampak lingkungan.

“Bagi kami, edukasi dan inovasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Teknologi dapat memberikan solusi, tetapi pemahaman yang baik mengenai penggunaannya akan menentukan seberapa besar manfaat yang dapat dihasilkan di lapangan. Melalui forum seperti ini, kami ingin terus berdiskusi bersama mitra mengenai bagaimana praktik operasional dapat berkembang menjadi semakin efektif dan berkelanjutan,” tambah Junia.

Pandawa Agri Indonesia  memperkenalkan Yosky Pro®, inovasi terbaru dalam teknologi p-glufosinate yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengendalian gulma yang terus berkembang. Yosky Pro telah melalui uji coba di First Resources Riau dan menunjukkan hasil yang sangat baik dalam pengendalian gulma. Inovasi ini menggunakan L-glufosinate dengan tingkat kemurnian tinggi. Berbeda dengan glufosinate konvensional yang pada umumnya terdiri dari campuran D- dan L-isomer, formulasi Yosky Pro dirancang dengan fokus pada L-isomer yang memiliki aktivitas herbisidal.

Prabawati Putri, Research and Innovation Manager Pandawa Agri Indonesia, menjelaskan bahwa pengembangan Yosky Pro® berangkat dari kebutuhan untuk terus meningkatkan efektivitas teknologi pengendalian gulma. “Glufosinate memiliki posisi yang semakin penting dalam pengendalian gulma, terutama ketika industri menghadapi perubahan lanskap penggunaan herbisida dan tantangan resistensi terhadap bahan aktif tertentu. Namun, kami melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan performanya. Yosky Pro® dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui formulasi dengan tingkat kemurnian L-glufosinate yang tinggi,” ujar Prabawati.

Glufosinate sendiri semakin mendapat perhatian sebagai salah satu pilihan dalam pengendalian gulma. Di tengah meningkatnya pembatasan terhadap penggunaan Paraquat di berbagai negara serta munculnya tantangan resistensi terhadap Glyphosate, kebutuhan terhadap alternatif dengan karakteristik pengendalian yang berbeda semakin meningkat.

“Setiap bahan aktif memiliki karakteristik yang berbeda. Tantangannya bukan sekadar mencari pengganti satu bahan aktif dengan bahan aktif lainnya, tetapi bagaimana mengembangkan pendekatan pengendalian gulma yang efektif, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan perkebunan. Inovasi pada formulasi dan teknologi aplikasi menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut,” tambah Prabawati.

Winarto, General Manager PT MSSP, melihat bahwa penerapan inovasi di lapangan perlu memberikan hasil yang relevan dengan kebutuhan operasional, mulai dari efektivitas pengendalian gulma hingga ketahanan hasil aplikasi. “Dari penerapannya di lapangan, kami melihat hasil pengendalian gulma yang baik dengan periode regrowth yang relatif lebih lama. Bagi kami, hal ini berpotensi membantu meningkatkan efisiensi biaya operasional di lapangan,” ujar Winarto.

Noverdy, Manajer Kebun PT Arindo Trisejahtera 2, menilai bahwa penerapan teknologi di lapangan juga perlu didukung oleh pemahaman yang baik mengenai praktik kerja yang aman dan tepat.“Bagi kami, teknologi yang digunakan perlu memberikan hasil yang efektif sekaligus mendukung efisiensi operasional. Kegiatan ini juga membantu tim meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan APD yang benar serta praktek penyemprotan yang lebih aman, efektif, dan efisien di lapangan,” ujar Noverdy.

Melalui Sustainability Education Forum ini, Pandawa Agri Indonesia dan First Resources Riau memperkuat komitmen untuk mendorong praktik perkebunan yang semakin bertanggung jawab, melalui kombinasi antara edukasi, kolaborasi, dan inovasi teknologi.Bagi Pandawa Agri Indonesia, keberlanjutan bukan hanya mengenai pengembangan teknologi yang lebih baik, tetapi juga memastikan bahwa inovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pengguna, lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang sektor perkebunan.