Jakarta, mediaperkebunan.id – Saat ini Tim Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesian atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sedang mengembangkan sistem informasi dan keterlacakan kelapa sawit nasional untuk proses sertifikasi ISPO.
Hal itu dilakukan Tim ISPO sebagai upaya untuk menyatukan atau mengintegrasikan sistem informasi dan keterlacakan atau tracing terhadap perkebunan kelapa sawit yang mencakup data sertifikasi, lokasi perkebunan, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.
Sistem tersebut juga mengadopsi teknologi tracing atau pelacakan untuk menjamin transparansi rantai pasok tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit, mulai dari hulu hingga hilir.
Pengembangan sistem informasi dan teknologi tracing itu juga dilakukan Tim ISPO sebagai bentuk dukungan terhadap proses kepatuhan terhadap standar keberlanjutan di tingkat domestik maupun internasional.
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, Jumat (23/5/2025), sangat antusias menyikapi langkah Tim ISPO tersebut
Menko Perekonomian menegaskan, pada dasarnya Pemerintah terus berkomitmen mengoptimalkan potensi komoditas yang dimiliki Indonesia, termasuk kelapa sawit, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata dia, salah satunya yakni kelapa sawit, yang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia serta berkontribusi besar terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja.
Pihak Tim ISPO sendiri telah memberikan laporan terkait pengembangan sistem informasi dan tracing kelapa sawit nasional.
Airlangga Hartarto bilang, pertemuan itu menjadi bagian dari komitmen Pemerintah dalam memperkuat tata kelola industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan, transparan, dan berdaya saing global.
“Pemerintah terus mendorong penguatan sistem informasi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan transparansi dan keberlanjutan,” kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
“Sistem informasi dan tracing ini akan menjadi nilai tambah bagi komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar global,” sambung mantan Menteri Perindustrian di periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
Kemudian dalam kesempatan tersebut Menko Airlangga mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan oleh Tim ISPO dalam mendorong reformasi tata kelola sawit nasional.
Menko Airlangga juga memberikan sejumlah masukan strategis, khususnya mengenai pentingnya desain sistem yang sederhana dan mudah dioperasikan oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Sistem tracing harus dirancang simple dan user-friendly agar bisa diakses oleh semua pihak yang berkepentingan. Jadi, sistemnya sederhana tapi juga tetap bisa memfasilitasi pasar global,” tegas Menko Airlangga.
Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menegaskan bahwa dalam pengembangan sistem informasi tersebut sinergi antara Kementerian/Lembaga, asosiasi pelaku usaha, akademisi, dan pemantau independen berperan penting.
Dia mendorong agar sistem informasi dan tracing tersebut juga harus terhubung dengan kebijakan strategis nasional, termasuk peta jalan industri sawit berkelanjutan.
“Kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Dengan sistem tracing yang andal, kita bisa tunjukkan bahwa sawit Indonesia dikelola secara bertanggung jawab dan sesuai prinsip keberlanjutan,” tegas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.