Balikpapan, Mediaperkebunan.id — PT Perkebunan REA Kaltim atau PT REA Kaltim Plantations (REA) terus memperluas komitmennya, termasuk dalam bidang ekonomi, untuk memberdayakan petani sawit swadaya dan masyarakat setempat. Cara yang dilakukan PT REA adalah melalui membangun kemitraan strategis yang bertujuan meningkatkan mata pencaharian serta mendukung produksi minyak sawit berkelanjutan.
Hal itu, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Senin (10/2/2025), ditandai dengan peresmian dua kesepakatan penting yang dibangun oleh PT REA Kaltim berupa Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada akhir pekan yang lalu, Kamis (6/2/2025).
Dua kesepakatan itu ditujukan untuk Program SmallHolder INclusion for Ethical Sourcing(SHINES), yang disusul dengan MoU lainnya untuk proyek SHINES-Koltiva. Kedua MoU ini melibatkan lima koperasi di sekitar wilayah operasi REA dan menegaskan komitmen koperasi untuk mendorong pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan dan inklusif.
Dalam upaya memperkuat inisiatif pemberdayaan masyarakat dan petani sawit swadaya, REA sendiri telah lama berperan aktif dalam mendukung pengembangan masyarakat sekitar. Cara yang dilakukan adalah melalui berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, memperluas akses, serta mempromosikan praktik perkebunan berkelanjutan.
Beberapa upaya utama yang telah dilakukan oleh REA antara lain pelatihan dan pengembangan keterampilan masyarakat. REA menyelenggarakan program pelatihan untuk masyarakat lokal, termasuk pelatihan perbaikan sepeda motor untuk pemuda, pelatihan bagi guru, dan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Program-program ini dirancang untuk membekali individu dengan keterampilan praktis yang dapat meningkatkan mata pencaharian dan menciptakan peluang pendapatan yang berkelanjutan. Kemudian, peningkatan kapasitas petani sawit swadaya. Melalui sosialisasi sertifikasi ISPO dan RSPO, REA membantu petani sawit swadaya memahami dan memenuhi standar sertifikasi berkelanjutan.
REA juga memberikan pelatihan tentang praktik perkebunan berkelanjutan dan mendukung program penanaman kembali pohon sawit (replanting), yang memungkinkan petani untuk mempertahankan kesesuaian dengan standar industri.