Praktisi Marlon Sitanggang Hadir di TKS Pangkalan Bun Kalteng Bahas Kiat Sukses Replanting dan Preventif Ganoderma

Praktisi Marlon Sitanggang Hadir di TKS Pangkalan Bun Kalteng Bahas Kiat Sukses Replanting dan Preventif Ganoderma

Jakarta, mediaperkebunan.id – Peningkatan produktivitas sawit melalui peremajaan sawit rakyat (PSR) memiliki tantangan tersendiri di tengah tingginya kebutuhan untuk pangan dan energi. Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, produktivitas kelapa sawit Indonesia dalam beberapa tahun terakhir masih tertinggal dibandingkan Malaysia.

Salah satu kendala utama yang dihadapi petani, khususnya di wilayah pedalaman, adalah keterbatasan akses terhadap informasi dan teknologi. Masih banyak petani yang menggunakan benih tidak bersertifikat, belum menerapkan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), serta menghadapi ancaman penyakit tanaman seperti Ganoderma.

Petani khususnya petani rakyat sangat membutuhkan informasi terkait penanggulangan hama penyakit pada tanaman kelapa sawit seperti Ganoderma, apalagi perkebunan rakyat dalam industri sawit nasional sangat signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa luas kebun sawit rakyat pada 2024 mencapai sekitar 6,7–6,94 juta hektare atau setara 40–42% dari total luas nasional. Sektor ini melibatkan sekitar 2,9 juta petani yang menjadi penopang penting perekonomian di berbagai daerah.

Menjawab tantangan tersebut, Media Perkebunan bersama GAPKI Kalimantan Tengah kembali menggelar kegiatan Teknis Kelapa Sawit (TKS) 2026 yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan ini menghadirkan berbagai praktisi, termasuk Marlon Sitanggang, untuk berbagi pengetahuan mengenai strategi peningkatan produktivitas, khususnya melalui replanting dan upaya pencegahan Ganoderma.

“Masuk ke dalam pemaparan flow proses replanting dari penentuan blok replanting – tumbang pokok – gali tutup lubang banggol – seterusnya sampai ke pancang dan tanam kelapa sawit,” tutur Marlon. Selain Ganoderma, Marlon mengungkap bahwa pengendalian hama kumbang tanduk kerap menjadi kendala di dalam perkebunan sawit. Penjelasan komperhensif tersebut akan dibawakan pada hari kedua TKS, Rabu 29 April 2026 pada sesi kedua.

Kalteng sendiri menjadi salah satu pusat utama perkebunan sawit nasional. Dengan luas mencapai 2,16 juta hektare, provinsi ini menempati posisi kedua terbesar di Indonesia setelah Kalimantan Barat. Potensi besar ini sekaligus menghadirkan tantangan, terutama dalam hal peningkatan produktivitas kebun rakyat.

Ketua Panitia TKS 2026, Hendra J. Purba, menegaskan bahwa rendahnya produktivitas sawit nasional tidak terlepas dari praktik budidaya yang belum optimal. Menurutnya, banyak petani masih menggunakan benih palsu yang berdampak jangka panjang terhadap hasil produksi.

“Akses informasi selama ini lebih banyak terpusat di kota besar, sehingga petani di tingkat kabupaten masih minim edukasi. Oleh karena itu, penyelenggaraan TKS di Pangkalan Bun diharapkan dapat menjangkau lebih banyak petani di sentra produksi sawit,” kata Hendra.

Isu Ganoderma turut menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Penyakit tersebut dikenal sebagai salah satu ancaman serius bagi tanaman sawit karena belum memiliki metode pengobatan yang efektif. Oleh karena itu, pendekatan preventif dan deteksi dini menjadi solusi utama yang terus didorong. “Kalau tanaman sudah terserang Ganoderma, hampir tidak ada solusi. Maka edukasi menjadi kunci utama,” tegas Hendra.

Dukungan dari GAPKI Kalteng dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong peningkatan kapasitas petani. Melalui penyelenggaraan TKS 2026, diharapkan petani sawit semakin memahami pentingnya penggunaan benih unggul, penerapan GAP, serta strategi pengendalian penyakit. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas tanpa harus membuka lahan baru.

Selain seminar, TKS 2026 juga menghadirkan pameran teknologi, benih unggul, serta alat dan mesin pertanian modern. Tidak hanya itu, peserta juga akan mengikuti kunjungan lapangan (field trip) ke salah satu perusahaan perkebunan untuk melihat langsung praktik terbaik di lapangan.

Untuk informasi pendaftaran dapat menghubungi:
Priskila: 0812-9427-7789
Ika: 0812-8718-2301
Kevin: 0812-8169-8248