Populasi Serangga Berperan Penting Dalam Kesehatan Perkebunan Sawit

Populasi Serangga Berperan Penting Dalam Kesehatan Perkebunan Sawit

Denpasar, Mediaperkebunan.id– Industri sawit Indonesia melibatkan 25 juta rumah tangga atau sekitar 40 persen dari industri sawit di Indonesia. Maka dari itu, penting untuk mengenali bagaimana cara pengelolaan perkebunan sawit, salah satunya adalah pemanfaatan melalui serangga. Menurut Purnama Hidayat, Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University, serangga di perkebunan sawit membantu produksi.

Seperti kumbang dan semut yang sering kali dianggap sebagai hama oleh petani. Dalam studi yang dilakukan pada 24 lokasi kebun sawit petani, masing-masing 8 sepenunya dikelola perusahaan inti (fully managed) , kebun dikelola petani dengan pendampingan perusahaan (partially managed), dan swadaya, yang sepenuhnya dikelola oleh petani, pandangan soal serangga sebagai hama harus direvisi.

“Fungsi mereka di lingkungan sangat penting. Mereka bukan hanya pengendali hama, tetapi juga pemangsa dan membantu aerasi tanah. Kami perlu memahami peran serangga ini karena mereka adalah indikator utama untuk kesehatan sawit,” jelasnya dalam agenda International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) Series 2025 Day 2 di Bali Beach Convention, Bali.

Ini adalah fakta yang mengejutkan bagi banyak orang yang mungkin menganggap serangga tersebut sebagai ancaman. Dengan penelitian ini, Purnama berharap dapat mendorong petani untuk lebih memahami manfaat dari kehadiran serangga tersebut. “Serangga ini bisa berfungsi sebagai pestisida alami, sehingga petani tidak perlu bergantung pada bahan kimia yang berbahaya,” serunya.

Pada era dengan keberlanjutan menjadi prioritas utama, mengetahui cara terbaik untuk mengelola perkebunan sawit tanpa merusak ekosistem adalah langkah krusial. “Kesehatan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh keseimbangan ekosistem yang ada di dalamnya,” tutup Purnama.