Medan, mediaperkebunan.id – Komitmen membangun budaya inovasi di industri kelapa sawit terus mendapat apresiasi melalui ajang Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026. Pada penyelenggaraan perdana kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian 4th Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026, Ferdy Winanta Eka Saputra dari PT Mulia Agro Permai (KLK Group) berhasil meraih Juara 3 (Silver Award) berkat inovasi yang mampu meningkatkan keandalan operasi unit screw press sekaligus memberikan efisiensi biaya bagi perusahaan.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam ajang Medbun Awards 2026 setelah melalui proses seleksi yang dimulai sejak Januari 2026. Dari puluhan proposal yang masuk, sembilan finalis terpilih mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri pada 7 Juli 2026 di Medan, sebelum akhirnya ditetapkan tiga pemenang terbaik.
Ketua Dewan Juri POMI 2026, Ir. Posma Sinurat, MT., mengatakan bahwa kompetisi ini diselenggarakan sebagai upaya menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan pabrik kelapa sawit Indonesia.
"Dalam upaya memperkuat budaya teknologi dan talent, pada TPOMI tahun ini kita juga menyelenggarakan Palm Oil Mill Innovation (POMI). Penghargaan ini bukan hanya apresiasi untuk individu atau perusahaan, tetapi merupakan gerakan untuk menumbuhkan budaya inovasi dan continuous improvement," ujarnya.
Menurut Posma, Indonesia memang menjadi negara dengan luas perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia, namun produktivitasnya masih perlu terus ditingkatkan melalui inovasi yang berkelanjutan.
"Kami ingin mendorong setiap perusahaan agar termotivasi melahirkan inovator-inovator yang tidak berhenti pada perbaikan sesaat, tetapi mampu membangun sistem kerja yang semakin kuat, efisien, produktif, dan berkelanjutan. Perusahaan yang unggul bukanlah perusahaan yang sesekali berinovasi, melainkan yang menjadikan inovasi sebagai budaya dan bagian dari sistem organisasi," tegasnya.
Inovasi yang mengantarkan Ferdy meraih Silver Award mengangkat tema "Study Instalasi Inverter/VSD di Unit Screw Press". Inovasi tersebut berfokus pada pemasangan Variable Speed Drive (VSD)/inverter pada unit screw press untuk menghasilkan pengaturan throughput yang lebih stabil sehingga mampu meningkatkan umur pakai peralatan.
Ferdy menjelaskan bahwa pengaturan kecepatan motor melalui inverter membuat beban kerja screw press menjadi lebih konsisten dibandingkan pengoperasian konvensional.
"Inovasi yang kami buat mengenai studi instalasi inverter/VSD di unit screw press, yang berdampak positif terhadap lifetime screw press dengan pengaturan throughput press yang lebih konsisten," jelasnya.
Hasil implementasi inovasi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan terhadap umur pakai screw press. Bila sebelumnya komponen tersebut hanya mampu bertahan sekitar 425 hour meter (HM), setelah menggunakan inverter masa pakainya meningkat hingga sekitar 850 HM.
"Manfaat yang didapatkan dari unit press yang terpasang inverter yaitu HM press yang sebelumnya berkisar di 425 HM mampu sampai dengan 850 HM. Potensi penghematan perusahaan jika seluruh unit press terpasang inverter bisa mencapai Rp380 juta per tahun," ungkap Ferdy.
Menurutnya, peningkatan umur pakai peralatan tersebut tidak hanya mengurangi frekuensi penggantian komponen, tetapi juga membantu meningkatkan keandalan operasi pabrik dan menekan biaya perawatan.
Ferdy mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih pada penyelenggaraan perdana POMI. Baginya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh tim, terutama dukungan manajemen dan tim maintenance electrical yang terlibat dalam pengembangan inovasi.
"Alhamdulillah senang dapat penghargaan Juara 3 di POMI yang pertama. Penghargaan ini didapatkan dari support atasan saya yang mendukung program improvement di pabrik, serta kontribusi usaha dari tim maintenance electrical yang membantu dalam program inovasi ini," katanya.
Ia berharap kompetisi Palm Oil Mill Innovation dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai wadah berbagi inovasi dan teknologi antarpelaku industri kelapa sawit.
"Harapannya melalui POMI, kami dapat berkontribusi dalam perkembangan teknologi pabrik sawit Indonesia serta mampu bersaing dengan negara lainnya," ujarnya.
Melalui inovasi-inovasi seperti yang dikembangkan Ferdy Winanta, POMI 2026 membuktikan bahwa peningkatan efisiensi operasional tidak selalu harus melalui investasi besar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kreativitas dan kemampuan para praktisi pabrik dalam mengoptimalkan teknologi yang ada. Ajang ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi yang mampu meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia di tingkat global.