Medan, mediaperkebunan.id – Perusahaan perkebunan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) kembali menorehkan prestasi gemilang atas komitmennya terhadap masyarakat sekitar. Perwakilan Bumitama secara resmi menerima penghargaan bergengsi pada ajang Media Perkebunan Awards (Medbun Awards) 2026 yang diselenggarakan di Medan pada Kamis (9/7/2026).
Pada ajang tersebut, Bumitama sukses menyabet penghargaan untuk kategori Excellence in CSR for Empowering Community Economic Development. Penghargaan ini diberikan atas pendekatan inovatif perusahaan yang tidak sekadar memberikan bantuan modal, tetapi menitikberatkan pada pendampingan terpadu agar masyarakat mampu mengembangkan keterampilan, memperkuat tata kelola usaha, dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Program KOLEGA Jadi Ujung Tombak Pemberdayaan
Pencapaian Bumitama ini tidak lepas dari inisiatif Bumitama Berdaya melalui program Kelompok Eksternal Binaan BGA (KOLEGA) Ekonomi Produktif. Program ini lahir sebagai respons proaktif perusahaan terhadap tantangan sosial ekonomi di 114 desa yang tersebar di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan pihak internal perusahaan, sekitar 32 persen dari ratusan desa tersebut membutuhkan perhatian lebih dalam aspek penguatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, program KOLEGA dirancang khusus untuk menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Hingga bulan Mei 2026, program KOLEGA Ekonomi Produktif telah sukses mendampingi 41 kelompok binaan yang melibatkan 241 anggota di 29 desa. Sektor usaha yang dikembangkan sangat adaptif terhadap potensi lokal masing-masing wilayah, mulai dari sektor hortikultura, peternakan, perikanan, olahan pangan, hingga industri kerajinan tangan.
Pendampingan Komprehensif dari Hulu ke Hilir
Dalam pelaksanaannya, Bumitama memberikan pendampingan yang sangat menyeluruh. Proses ini dimulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui inisiatif "Sekolah Desa Berdaya", penguatan tata kelola dan legalitas, hingga perluasan akses pasar dan sumber pembiayaan.
Dampak dari pendampingan ini sangat terukur. Saat ini, seluruh kelompok binaan telah memiliki struktur organisasi yang jelas. Sebanyak 85 persen dari kelompok tersebut telah menerapkan pencatatan keuangan yang baku, dan 59 persen telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Tidak hanya itu, berbagai kelompok usaha masyarakat kini telah mengantongi legalitas penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, serta Sertifikasi Halal.
Selain penguatan kapasitas, Bumitama turut memfasilitasi pemasaran produk. Saat ini, produk UMKM binaan tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi telah berhasil menembus swalayan regional, pameran UMKM, hingga dipasarkan di kantor pusat Bumitama di Jakarta.
Untuk memperkuat permodalan, Bumitama juga berhasil membuka akses pembiayaan dengan menjembatani para pelaku usaha dan lembaga keuangan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Akses permodalan ini terbukti efektif dalam mendorong peningkatan omzet kelompok binaan dari tahun ke tahun.
Bagi Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group), keberhasilan program pemberdayaan Corporate Social Responsibility (CSR) tidak diukur dari seberapa banyak bantuan yang digelontorkan. Keberhasilan sejati tercermin dari kemampuan masyarakat untuk mengembangkan usaha yang tangguh, mampu menciptakan nilai ekonomi, dan memberikan manfaat kesejahteraan jangka panjang bagi komunitas di sekitarnya.