P3PI Pada PERISAI 2026: Ada Potensi Penghematan Energi 30% Pada PKS

P3PI Pada PERISAI 2026: Ada Potensi Penghematan Energi 30% Pada PKS

Jakarta, mediaperkebunan.id - Pekan Riset Sawit (PERISAI) 2026 yang diselenggarakan BPDP fokus pada strategi pembangunan ekosistem inovasi guna mempercepat komersialisasi hasil penelitian menuju industri sawit yang ramah lingkungan dan berdaya saing global. Mengangkat tema "Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future", forum tahunan ini mempertemukan lebih dari 1.300 pemangku kepentingan, mulai dari jajaran kementerian/lembaga, peneliti, akademisi, pelaku industri, hingga petani swadaya dan mahasiswa.

Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) merupakan salah satu pemateri dalam PERISAI 2026. Ir. Edward Silalahi menjadi pembicara pada hari ke-2 sesi Pasca Panen dengan tema Efisiensi Energi pada Pabrik Kelapa Sawit.

Dalam uraianya, Edward menyatakan PKS adalah proses pengolahan TBS sampai menjadi CPO dan PKO. Energi yang digunakan pada PKS adalah cangkang yang murah sehingga kesadaran untuk efisiensi energi kurang dibanding downstream yang menggunakan batu bara, dihitung dengan cermat efisiensi energi untuk menekan biaya. Masih ada potensi penghematan energi sampai 30% pada PKS.

“PKS juga harus melakukan efisiensi energi selain untuk mengoptimalkan proses produksi dan menekan biaya juga untuk menekan emisi gas rumah kaca. Boros energi berarti semakin banyak gas rumah kaca dilepaskan dan mengakibatkan perubahan iklim yang efeknya sudah terasa dimana-mana seperti gelombang panas di Eropa,” kata Edward Silalahi.

Ada 6 stasiun di PKS yatu penerimaan dan sortasi, sterilisasi, threshing, digestion and pressing, clarification, kernel recovery. Energi digunakan untuk membuat steam dari boiler 40% digunakan untuk pada proses sterilisasi; 12% digestion dan presing (proses pengambilan minyak dari mesocarp); klarifikasi 8% (proses pemurnian minyak) energi.

Energi digunakan untuk menghasilkan listrik untuk menggerakan mesin, conveyor, pompa, kipas, lampu dengan penggunaan 20 Kwh untuk setiap ton TBS. Energi digunakan untuk menghasilkan panas pada proses pengeringan, klarifikasi, dan proses kernel. Energi PKS 40% digunakan untuk sterilization, 18% pressing, 13% clarification, kernel plant 11%, boiler house 9%, penggunaan lain 8%.

Efisiensi energi penting sebab biaya operasional PKS 60-70% berkaitan dengan energi, manajemen energi yang buruk mengakibatkan kehilangan produksi CPO 5-8%; PKS masih ada potensi menghemat 30% penggunaan energi, dan pengurangan emisi CO2. Penghematan energi akan meningkatkan margin, memenuhi sertifikasi RSPO yang menuntut penurunan emisi dan pelaporan penggunaan energi; pengendalian panas membuat OER meningkat, biaya yang tidak perlu bisa ditekan.

Untuk menghemat energi maka selama 0-6 bulan PKS diaudit dengan parameter :

Konsumsi steam (kg/ton)TBS, jelek >400, standar 250-330, terbaik <200.

Penggunaan listrik  (kWh/t TBS), jelek >30, standar 18-22, terbaik <15

Efisiensi boiler, jelek <70%, standar 75-82%, terbaik >85%.

Condensate Return Rate (%), jelek <40%, standar 55-70%, terbaik >80%

Surplus bagas/fiber (%), jelek <5%, standar 10-15%%, terbaik >20%.

OER (%), jelek <19%, standar 20-24%, terbaik >24%.

Dilakukan audit penggunaan energi dengan mengumpulkan data 12-24 bulan, sambil memeriksa semua mesin, kebocoran katup, insulasi, loss nyata yang terlihat; pengukuran, analisa dan benchmarking ke PKS lain, membuat skala prioritas perbaikan berdasarkan penghematan biaya dan paling mudah diimplementasikan, buat roadmap perbaikan dan implementasikan.