Jakarta, mediaperkebunan.id – PT Astra Agro Lestari Tbk atau (Astra Agro) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2025 berkat optimalisasi praktik agronomi serta pengendalian biaya di seluruh lini. Alhasil, Perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp1,5 triliun atau naik 28,2% year-on-year (yoy).
Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa mengungkapkan kinerja Perseroan tahun ini juga berkat support dan sinergi para pemangku kepentingan yang telah bekerjasama dengan Astra Agro. Menurutnya kolaborasi serta komitmen dari berbagai lini telah mendorong capaian kinerja Perseroan yang solid.
Sebagai informasi, Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 31% menjadi Rp28,7 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp21,8 triliun. Peningkatan volume produksi berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan Perseroan, yang didorong oleh naiknya produksi CPO sebesar 6% YoY menjadi 1,2 juta ton serta produksi kernel sebesar 8% YoY menjadi 252 ribu ton. Adapun volume penjualan CPO dan turunannya naik 13% menjadi 1,8 juta ton.
Penguatan performa Perseroan juga disebabkan oleh faktor pasokan dan permintaan yang menjadi katalis utama sektor komoditas. Ketatnya pasokan CPO telah mendorong harga jual rata rata (Average Selling Price/ASP) sebesar 11% yoy dari Rp12.883 per kilogram menjadi Rp14.316 per kilogram pada 2025.
Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo menambahkan Perseroan senantiasa berupaya mengendalikan biaya dan beban pengeluaran secara disiplin. Dengan begitu, Perseroan mampu mengoptimalkan kinerja di tengah volatilitas harga komoditas.
“Perseroan selalu berupaya mengakselerasi kinerja dengan optimalisasi praktik agronomi presisi berbasis bibit unggul dan pengendalian biaya dan belanja perusahaan serta peningkatan efisiensi operasional. Strategi ini kami tujukan untuk menjaga daya saing biaya produksi dalam mengantisipasi volatilitas harga CPO,” ungkapnya.
Pada 2025, Perseroan pun telah menghasilkan inovasi guna mendukung kinerja operasional berkelanjutan di masa depan dengan merilis tiga bibit baru yang resisten terhadap penyakit Ganoderma. Setelah pada 2024, Astra Agro mengeluarkan pupuk hayati yakni Astra Efficient Microbe (ASTEMIC).
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Astra pada Rabu (15/4/2026) telah menyetujui Laporan Tahunan serta penetapan penggunaan laba bersih serta pembagian dividen. RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp881,5 miliar atau Rp458 per lembar saham. Sebelumnya, pada 24 Oktober 2025 Perseroan telah membayarkan dividen interim sebesar Rp236,7 miliar atau Rp123 per lembar saham. Sisanya sebesar Rp644,8 miliar atau Rp335 per lembar saham akan dibayarkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham.
Para Pemegang Saham juga menyetujui agenda perubahan susunan Anggota Direksi Perseroan. Yaitu, Bapak Muhammad Guruh menggantikan Bapak Eko Prasetyo selaku Direktur Perseroan yang memasuki masa pensiun.
Berikut ini jajaran Komisaris dan Direksi Astra Agro Lestari Tahun 2026:
- Presiden Komisaris : Santosa
- Komisaris : Johannes Loman
- Komisaris : Aridono Sukmanto
- Komisaris : Ratna Wardhani
- Presiden Direktur : Djap Tet Fa
- Direktur : Tingning Sukowignjo
- Direktur : Widayanto
- Direktur : Bandung Sahari
- Direktur : Arief Catur Irawan
- Direktur : Veronica Lusi Herdiyanti
- Direktur : Muhammad Guruh