KULIAH PERDANA MAHASISWA BARU INSTIPER YOGYAKARTA

KULIAH PERDANA MAHASISWA BARU INSTIPER YOGYAKARTA

YOGYAKARTA , Mediaperkebunan.id

Pada Tahun Akademik 2022/2023 INSTIPER Yogyakarta menerima mahasiswa baru program sarjana sebanyak 865 orang yang berasal dari 27 Provinsi di Indonesia. Fakultas Pertanian menerima mahasiswa baru sebanyak 520 orang mahasiswa, Fakultas Teknologi Pertanian menerima 214 mahasiswa baru, dan Fakultas Kehutanan menerima 131 mahasiswa baru. Pada tahun akademik ini, Provinsi Sumatera Utara menjadi provinsi asal mahasiswa terbanyak yang disusul dengan Provinsi Riau dan Provinsi Jawa Tengah.

Dari mahasiswa baru tersebut, sebanyak 143 orang mahasiswa (16,6%) merupakan mahasiswa penerima beasiswa. Penerima beasiswa tersebut tersebar di 3 fakultas yang ada di INSTIPER Yogyakarta. Instansi pemberi beasiswa adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP), Kartu Indonesia Pintar, PT. Toba Pulp Lestari, dan PT. Aditya Agroindo. Tahun ini juga merupakan tahun pertama BPDPKS memberikan beasiswa untuk program sarjana dan INSTIPER Yogyakarta mendapatkan kepercayaan dari BPDPKS untuk mendidik 30 mahasiswa untuk minat studi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) dan 30 mahasiswa minat studi Sarjana Manajemen Bisnis Perkebunan (SMBP).

Dr. Maria Ulfah yang mewakili Rektor INSTIPER pada acara Pembukaan Kuliah INSTIPER Yogyakarta TA 2022/2023 yang diselenggarakan di Grha INSTIPER pada 18 Agustus 2022 menyampaikan, “Mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta, kalian berada di tempat yang tepat untuk mempersiapkan masa depan. INSTIPER Yogyakarta merupakan perguruan tinggi yang telah terpercaya untuk mencetak SDM unggul yang siap memasuki dunia kerja dan dunia industri. Posisi INSTIPER Yogyakarta yang telah mantap dengan core competency di bidang perkebunan dan perhutanan yang telah dibangun selama ini, membuat INSTIPER Yogyakarta dipercaya oleh berbagai mitra kerja baik perusahaan maupun instansi pemerintah. Hal ini terbukti dari berbagai kerjasama yang telah terbangun selama ini”.

“Kurikulum yang disusun dengan matang dengan melibatkan perusahaan sebagai mitra kerja yang akan menyerap lulusan dari INSTIPER merupakan keunggulan yang ditawarkan di INSTIPER Yogyakarta. Selain itu, kegiatan magang di perusahaan yang merupakan salah satu implementasi dari MBKM juga menjadi keunggulan pendidikan di INSTIPER Yogyakarta. Sebagai informasi pada awal Agustus 2022 lalu, INSTIPER telah memberangkatkan 569 orang mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan magang di 81 lokasi perusahaan di Indonesia. Di saat perguruan tinggi lain sedang beradaptasi untuk menjalin kerjasama dengan dunia industri yang diamanatkan dalam Mereka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), INSTIPER Yogyakarta telah sejak tahun 2005 membentuk minat studi SPKS untuk menjawab kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit sekaligus menjadikan dunia industri sebagai mitra kerja INSTIPER Yogyakarta”, Dr. Maria Ulfah menambahkan.

Bumantara Gani, HRBP Manager PT. RAPP yang turut hadir dalam acara tersebut karta menyampaikan, “PT. RAPP telah lebih dari 12 tahun menjadi mitra kerja INSTIPER Yogyakarta. Sejak tahun 2011, PT. RAPP telah mengirim mahasiswa beasiswa untuk dididik di minat studi Sarjana Hutan Tanaman Industri (SHTI) Fakultas Kehutanan INSTIPER. Hal ini merupakan upaya PT. RAPP untuk menyiapkan dan mengembangkan SDM yang nantinya akan mengisi posisi-posisi di PT. RAPP. Pada tahun ini, PT. RAPP kembali mengirimkan mahasiswa baru sebanyak 46 orang mahasiswa”.

Pada pembukaan kuliah ini, mahasiswa baru INSTIPER juga mendapatkan kuliah perdana dari Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, STP., MT. yang memberikan kuliah dengan tema Pembangunan Perkebunan untuk Kesejahteraan Bangsa, “Sektor perkebunan merupakan sektor yang penting bagi negara Indonesia. Seperti yang telah diketahui bahwa perkebunan kelapa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia. Industri ini juga telah menyerap banyak tenaga kerja yang terlibat di dalamnya dan telah menggerakkan ekonomi di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Sehingga sudah sepantasnya sektor perkebunan mendapatkan perhatian yang layak baik dari segi pengelolaan maupun SDM yang berada di dalamnya. Senang sekali pada hari ini, saya bisa bertemu dengan calon planters masa depan. Saya berpesan kepada mahasiswa baru INSTIPER Yogyakarta, belajar dengan sungguh-sungguh selama kuliah di INSTIPER Yogyakarta dan lanjutkan estafet untuk membangun perkebunan di Indonesia.”

Mahasiswa baru juga mendapat kuliah umum dari Joko Supriyono. Bapak Joko Supriyono, Komisaris di Anak Perusahaan Astra Agro Lestari/ Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Sebagai orang yang telah malang melintang di industri pekebunan di Indonesia. Joko menyampaikan ceramah dengan topik Kesiapan SDM di Era Industri 4.0 dan Aplikasinya di Perkebunan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Teknologi Mekanisasi.
, “Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, industri perkebunan juga harus menyesuaikan diri. Jangan membayangkan industri perkebunan saat ini adalah industri yang jadul. Industri perkebunan saat ini telah mempergunakan berbagai teknologi dan mekanisasi. Untuk mengevaluasi kondisi kebun secara cepat dan untuk melakukan pemupukan telah memakai drone. Untuk melakukan sensus jumlah tanaman kelapa sawit telah menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Untuk pencatatan dan pendistribusian data telah menggunakan Internet of Thing (IoT). Selain itu di industri perkebunan juga tidak akan lepas dari pemanfaatan mekanisasi. Menjadi menarik karena berdasarkan informasi yang saya terima, mahasiswa di INSTIPER telah disiapkan untuk mampu memanfaatkan teknologi terkini”.

Selain mengikuti acara kuliah perdana, mahasiswa baru juga akan mengikuti rangkaian Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) yang telah dilaksanakan 13-26 Agustus 2022. Selain kegiatan yang dilaksanakan di kampus INSTIPER Yogyakarta, mahasiswa baru tersebut juga akan mengikuti kegiatan kenal kebun yang akan dilaksanakan di KP2 Ungaran yang akan dilaksanakan pada 22-26 Agustus mendatang. Orientasi kampus dan kenal kebun tersebut diharapkan dapat siap untuk dapat mengikuti pendidikan tinggi di INSTIPER Yogyakarta.