Jakarta, mediaperkebunan.id - Indonesia Palm Oil Smallholders Conference (IPOSC) 2026 menjadi ajang bagi berbagai pelaku industri untuk memperkenalkan produk dan teknologi yang mendukung aktivitas perkebunan kelapa sawit. Digelar pada 22–23 September 2026 di Kubu Raya, Kalimantan Barat, IPOSC 2026 mempertemukan para pekebun dan pemangku kepentingan industri sawit untuk berbagi pengetahuan, inovasi, serta solusi bagi kebutuhan perkebunan di lapangan.
Memanfaatkan momentum tersebut, PT Paramita Duta Penta (PDP) melalui merek PENTAWIN turut hadir di Booth C30 dengan membawa beragam peralatan pendukung kegiatan perkebunan. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Angkong Roda Besar PENTAWIN dengan kapasitas angkut hingga 200 kg, yang dirancang untuk membantu mobilitas pekerja, khususnya dalam mengangkut Tandan Buah Segar (TBS).
Kehadiran produk ini menjadi bagian dari upaya PENTAWIN menghadirkan alat bantu panen yang dapat digunakan pada berbagai kondisi medan perkebunan. Angkong Roda Besar tersebut dirancang untuk mendukung proses pemindahan TBS dari areal panen menuju collection road, termasuk pada lahan dengan karakteristik tanah lunak seperti areal gambut.
Ukuran roda yang lebih besar menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan produk ini. Dengan roda berukuran 20 inci, angkong diklaim lebih mudah bermanuver dan membantu melewati permukaan tanah yang lunak sehingga risiko roda terperosok dapat diminimalkan.
“Angkong tersebut telah dikembangkan dengan beragam inovasi, penelitian, pengembangan serta mempertimbangkan kebutuhan pekerja di lapangan, khususnya kelapa sawit yang dapat menunjang dan digunakan untuk seluruh areal perkebunan dan pertanian, khususnya mengangkut TBS,” Rudi, Marketing PT Paramita Duta Penta menjelaskan.
Angkong Roda Besar PENTAWIN memiliki panjang sekitar 1.540 mm dan tinggi 770 mm. Produk ini mampu membawa muatan hingga 200 kg, dengan ketebalan bak 1 mm termasuk coating dan bobot sekitar 17 kg.
Dari sisi konstruksi, angkong menggunakan material plat besi, pelek besi, serta ban berukuran 20 x 3.00. Kombinasi material tersebut dirancang untuk memberikan kekuatan sekaligus kemudahan penggunaan bagi pekerja di lapangan.
PDP saat ini telah memasarkan empat varian utama Angkong PENTAWIN yang digunakan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit maupun petani di berbagai wilayah Indonesia. Keempatnya yakni Angkong Roda Besar Bak Besi dengan wheel 20 inci, Angkong Roda Kecil Bak Besi standar, Angkong Roda Besar Bak Fiber dengan PVC tray dan wheel 20 inci, serta Angkong Roda Standar Bak Fiber dengan PVC tray.
Khusus varian bak besi, PENTAWIN menggunakan plat besi yang dirancang untuk menahan beban hingga 200 kg. Kapasitas tersebut membuat angkong dapat dimanfaatkan untuk mengangkut TBS maupun berbagai material perkebunan lainnya.
“Kualitas menjadi salah satu perhatian utama PDP dalam mengembangkan produk. Mulai dari struktur bak, roda, poros hingga kaki penahan yang dirancang untuk menghadapi kebutuhan operasional di areal perkebunan. Jadi ini yang membedakan Angkong PENTAWIN dengan produk lainnya di pasar," jelas Rudi.
Dalam lima tahun terakhir, permintaan terhadap angkong PENTAWIN disebut terus menunjukkan tren peningkatan. Bagi perkebunan kelapa sawit, angkong masih menjadi salah satu alat penting dalam memindahkan hasil panen dari areal kebun menuju collection road sebelum kemudian diangkut menggunakan sarana transportasi berikutnya.
Tidak hanya Angkong Roda Besar, PENTAWIN juga membawa berbagai produk pendukung kegiatan perkebunan dalam keikutsertaannya di IPOSC 2026. Produk yang ditawarkan antara lain egrek, dodos, tojok, gancu, kapak, cados, parang, cangkul, sekop, sabit, keranjang/pengki berondolan, garukan berondolan, dan batu asah alam.
PENTAWIN juga menyediakan beragam aksesori, seperti klem egrek, klem galah, klem nylon, penutup galah, klem dalam, penjepit egrek nylon, dan klem cincin kayu.
Untuk mendukung kegiatan panen, PENTAWIN turut memamerkan Harvesting Poles, berupa Galah Aluminium PENTAWIN dan Galah Fiber Karbon “PENTAWIN PRO” yang ringan dan kuat.
Sementara itu, untuk aspek keselamatan kerja, produk yang dipamerkan mencakup sarung egrek, sarung dodos, dan safety boots PVC.
PENTAWIN juga memasarkan Sprayer SNI (Standar Nasional Indonesia) berkapasitas 12 liter untuk mendukung kegiatan penyemprotan pembibitan, penyemprotan gulma, serta pemeliharaan tanaman kelapa sawit seperti piringan.
Selain menghadirkan produk, PDP juga memperkuat layanan purnajual sebagai bagian dari dukungan kepada pelanggan. Layanan tersebut mencakup kunjungan rutin ke kebun pelanggan, pengembangan produk hingga desain khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan para pemanen.
“PDP tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat layanan purna-jual. Layanan tersebut mencakup kunjungan rutin ke kebun pelanggan, pengembangan produk hingga desain khusus sesuai kebutuhan para pemanen. PDP juga menyediakan suku cadang untuk berbagai jenis Angkong PENTAWIN, mulai dari bearing, ban luar, ban dalam hingga komponen pendukung lainnya,” Rudi menambahkan.
Melalui partisipasinya di IPOSC 2026, PENTAWIN memperkenalkan rangkaian peralatan yang ditujukan untuk mendukung aktivitas perkebunan, mulai dari kegiatan panen hingga pemeliharaan tanaman. Angkong Roda Besar menjadi salah satu produk yang ditawarkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas pemanen, khususnya dalam pengangkutan TBS di medan perkebunan yang membutuhkan alat angkut yang ringan, kuat, handal, dan mudah bermanuver.