Jambi, mediaperkebunan.id – Menghadapi ancaman Ganoderma yang terus meluas di kebun kelapa sawit rakyat, Perkumpulan Petani Sadar Ganoderma menyampaikan permohonan dukungan kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) agar dapat mengikuti 3rd ISGANO 2026 yang akan diselenggarakan di Hotel Adimulia Medan pada 10–12 Februari 2026. Keikutsertaan dalam 3rd ISGANO 2026 ini dinilai sangat penting untuk memperkuat pengetahuan petani dalam mengendalikan penyakit yang berdampak langsung pada produktivitas dan keberlanjutan usaha sawit rakyat.
Ketua Perkumpulan Petani Sadar Ganoderma, Haryono menjelaskan bahwa organisasi ini berdiri sejak Januari 2025 dan anggotanya tersebar di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan. Saat ini lahan anggota yang terdampak Ganoderma mencapai sekitar 10 hektar. Penyebaran Ganoderma di lapangan berlangsung cepat dan menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani secara tepat.
“Ganoderma sangat sulit dikendalikan di tingkat petani karena keterbatasan pengetahuan dan minimnya akses terhadap informasi teknis yang benar. Banyak petani belum memahami langkah pencegahan, deteksi dini, maupun penanganan tanaman yang sudah terinfeksi sehingga penyakit terus menyebar dan menurunkan produksi,” ujar Haryono.
Haryono menambahkan hingga saat ini belum ada program bantuan atau pendampingan khusus dari pemerintah yang secara langsung membahas pengendalian Ganoderma di kebun sawit rakyat. Kondisi tersebut membuat petani berada pada posisi rentan dalam menghadapi penyakit yang bersifat mematikan dan berdampak jangka panjang pada produktivitas.
Melalui partisipasi dalam 3rd ISGANO 2026, Perkumpulan Petani Sadar Ganoderma berharap dapat memperoleh pemahaman dan teknis terbaru terkait strategi pengendalian Ganoderma yang efektif dan tepat. Forum ini juga dipandang penting sebagai sarana pembelajaran langsung dari para peneliti, praktisi, dan pelaku industri sekaligus membuka jejaring kerja sama antara petani, pemerintah, dan perusahaan perkebunan.
“Kami berharap adanya dukungan BPDP agar petani dapat mengikuti forum ini. Pengetahuan yang diperoleh nantinya akan kami disebarluaskan kepada anggota dan petani lain sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga seluruh Perkumpulan Petani Sadar Ganoderma,” jelasnya.
Selain itu, Perkumpulan Petani Sadar Ganoderma juga mendorong adanya pelatihan lanjutan dan pendampingan di lapangan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan laju penyebaran penyakit Ganoderma kedepannya. Menurut Haryono, keikutsertaan dalam 3rd ISGANO 2026 merupakan langkah penting yang dapat memperkuat industri kelapa sawit Indonesia dari hulu.
“Jika petani dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai, maka upaya pengendalian ganoderma dan keberlanjutan industri sawit nasional dapat berjalan lebih efektif,” tambahnya.