FKDKP Ajak Danantara Audensi dengan Dewan Komoditas Perkebunan Dorong Pembiayaan Sektor Hilirisasi Pertanian

FKDKP Ajak Danantara Audensi dengan Dewan Komoditas Perkebunan Dorong Pembiayaan Sektor Hilirisasi Pertanian

Jakarta, mediaperkebunan.id – Forum Komunikasi Dewan Komoditas Perkebunan (FKDKP) dalam surat bernomor SM-363/FKDKP/VII/2025 memohon Danantara untuk audiensi bersama Para Ketua Dewan Komoditas Perkebunan.

Hal ini dilatarbelakangi oleh hilirisasi perkebunan yang dinilai sangat mendesak dan tantangan yang dihadapi industri perkebunan saat ini dari sisi hulu sampai hilir yang semakin besar, sehingga perlu pengupayaan solusi untuk ditindaklanjuti.

“Sebagian besar komoditas perkebunan nasional masih mengandalkan metode konvensional. Untuk menjawab kebutuhan zaman, sudah saatnya kita mendorong percepatan inovasi yang didukung oleh riset yang terfokus dan pembiayaan yang memadai,” ujar Ketua FKDKP, A. Aziz Pane.

“Melalui audiensi ini, kami ingin mendorong pemerintah, khususnya Kementerian terkait seperti Pertanian, Perindustrian agar memberi perhatian lebih terhadap ekosistem pembiayaan riset, hilirisasi  dan pengembangan (R&D) untuk pertanian nasional.”

FKDKP sebagai wadah koordinasi antar dewan yang beranggotakan berbagai asosiasi komoditas utama seperti kelapa sawit, karet, kakao, kopi, teh, dan tebu, melihat bahwa sinergi antara pelaku industri, lembaga riset, dan pemerintah sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan industri ke depan.

Adapun isu-isu kunci yang akan diangkat dalam audiensi antara lain:

  • Strategi pendanaan riset yang inklusif untuk mendukung inovasi di sektor perkebunan
  • Pengembangan wilayah untuk meningkatkan lapangan kerja sampai ke pelosok negeri
  • Hilirisasi komoditas perkebunan dengan input teknologi yang dapat menunjang industri dan menjangkau luas dari masyarakat kota sampai masyarakat desa.
  • Peningkatan dan pengembangan jaringan distribusi yang professional sesuai kesepakatan CEPA, BRICS, dan pasar ASEAN.

Dengan latar belakang tersebut, FKDKP berharap audiensi ini dapat menjadi langkah konkrit dalam membangun komitmen bersama demi memperkuat ekosistem perkebunan Indonesia. Melalui audiensi ini dan dukungan pemerintah, Indonesia diyakini mampu menjadi pusat pengembangan teknologi perkebunan tropis dunia.

FKDKP meliputi beberapa dewan komoditas perkebunan termasuk Dewan Karet Indonesia, Dewan Minyak Sawit Indonesia, Dewan Kakao Indonesia, Dewan Rempah Indonesia dan Dewan Kelapa Indonesia, berkomitmen untuk menjadi jembatan komunikasi antar pemangku kepentingan komoditas perkebunan demi kemajuan sektor ini secara inklusif dan berkelanjutan sesuai amanah dalam UU No. 18 tahun 2014 junto UU 39 tahun 2020 tentang Perkebunan.