Yogyakarta, mediaperkebunan.id – Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) secara resmi merayakan Dies Natalis ke-67 pada hari ini, Rabu (10/12/20225) yang menjadi momentum penting untuk tranformasi pendidikan ke ekosistem digitalisasi pembelajaran atau ‘Smart University’.
Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng. dalam pidatonya pada Rapat Senat Terbuka Dies Natalis INSTIPER ke 67 menyampaikan bahwa transformasi pendidikan yang dilakukan mengadopsi kebutuhan generasi muda yang sangat bergantung pada teknologi.
“Transformasi INSTIPER mencakup empat pular utama yaitu digitalisasi dan otomasi, inovasi teknologi, manajemen pembelajaran, dan penguatan jaringan. Transformasi pada bidang pendidikan yang menyangkut kurikulum dan metode pembelajaran akan sepenuhnya mengadopsi kebutuhan generasi muda yang sangat bergantung pada teknologi,” ujar Harsawardana.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis INSTIPER berlangsung sejak tanggal 7-15 Desember 2025, diawali dengan Family Gathering sivitas akademika, alumni, dan mitra industri sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolaboratif yang diadakan di GRHA INSTIPER pada tanggal 7 Desember. Pada tanggal 9 Desember, INSTIPER menggelar Workshop SDM Perkebunan Kelapa Sawit, dihadiri para praktisi, asosiasi industri, dan akademisi yang membahas penguatan kompetensi SDM pada era digitalisasi, otomasi dan inovasi teknologi.
Kemudian, puncak kegiatan ditandai dengan Rapat Senat Terbuka, yang melaporkan pencapaian akademik dan transformasi kelembagaan INSTIPER selama satu tahun terakhir. Dalam rapat tersebut, Rektor juga menyampaikan arah pengembangan INSTIPER menuju pusat unggulan pendidikan perkenunan dan perhutanan berbasis teknologi digital dan inovasi.
Momentum Dies Natalis ke-67 semakin istimewa dengan diselenggarakannya Peletakan Batu Pertama Gedung Technology and Innovation Center, fasilitas baru yang akan menjadi pusat riset, inovasi alat dan teknologi pertanian, perkebunan dan perhutanan.
Kehadiran Gedung Technology and Innovation Center ini dirancang sebagai pusat integrasi seluruh inovasi kampus, sekaligus sebagai wadah penelitian, pengembangan, dan inkubasi teknologi baru. Gedung ini juga akan menjadi ruang kolaboratif bagi civitas akademika dan mitra industri untuk mempercepat pengembangan otomasi pertanian, digitalisasi layanan kampus, teknologi smart farming, sistem drone, hingga inovasi manajemen pembelajaran modern.
Sebagai bagian dari komitmen transformasi pendidikan Smart University, INSTIPER juga menggelar kegiatan Gelar Teknologi INSTIPER Digital Learning Ecosystem guna menunjukkan capaian inovasi sekaligus memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada civitas akademika, mitra industri, dan masyarakat luas.
Pameran ini merupakan wujud nyata dari transformasi INSTIPER dimana INSTIPER tidak hanya mencetak SDM unggul di bidang perkebunan dan kehutanan namun turut serta mengembangkan teknologi terkini di bidang perkebunan dan kehutanan.
“Pameran teknologi merupakan bagian dari benang merah transformasi INSTIPER. Wujud nyata bahwa INSTIPER telah turut aktif dalam pengembangan teknologi yang mendukung pertanian presisi dan berkelanjutan,” jelas Harsawardana. Sebelum pameran ini, INSTIPER diketahui juga telah aktif terlibat pada pameran teknologi di bidang pertanian bertaraf nasional, setidaknya ada 5 pameran nasional yang telah diikuti.
Lebih lanjut, Harsawardana menambahkan bahwa pameran kali ini terdapat hal yang menarik, yaitu ada salah satu perusahaan yang ingin langsung merekrut mahasiswa yang turut aktif terlibat dalam PRIDRS padahal mahasiswa tersebut belum lulus kuliah, bahkan belum magang dan skripsi. “Jadi di pameran iniĀ pihak perusahaan seperti bidang human resource yang kemarin mengikuti acara workshop SDM kelapa sawit dan juga tamu Dies Natalis INSTIPER dapat berinteraksi langsung dengan mahasiswa untuk menguji kompetensi mereka”, tambah rektor INSTIPER.
Pada Dies Natalis INSTIPER Yogyakarta yang ke-67 kali ini diperingati sebagai momentum refleksi perjalanan panjang seorang tokoh perkebunan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, secara khusus di bidang perkebunan, Bapak Dr. (HC) H. Soedjai Kartasasmita. Saat ini Beliau juga menjabat sebagai salah satu pembina Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Badan Penyelenggara INSTIPER dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper).
Selain dikenal sebagai seseorang yang telah mendidikasikan hidupnya untuk kemajuan perkebunan Indonesia, Bapak Soedjai juga dikenal memiliki hobi dibidang fotografi. Dalam rangka ulang tahun ke 99 tahun Bapak Soedjai, pameran fotografi ini memamerkan 99 buah foto karya Bapak Soedjai dan sahabat.
“Pameran foto ini menghadirkan visualisasi tentang kerja keras, ketulusan, dan keindahan yang lahir salah satunya dari dunia pertanian dan perkebunan, serta kehidupan yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Pameran fotografi ini juga melibatkan berbagai fotografer, akademisi, praktisi, serta komunitas dari berbagai daerah sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi”, jelas Dr. Irwandi, M.Sn. selaku salah satu kurator dan penasehat pameran fotografi.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan, INSTIPER menegaskan posisi sebagai kampus pertanian, perkebunan dan kehutanan terdepan yang terus berinovasi, menjawab kebutuhan industri, dan membangun masa depan pendidikan yang lebih adaptif, modern, dan relevan bagi generasi mendatang.