Nunukan, mediaperkebunan.id – Sebanyak 63 praktisi perkebunan kelapa sawit mendapatkan ilmu budidaya kelapa sawit dari tiga pihak yang sangat berkompeten, yaitu Badan Pengelola Dana Perkebunan BPDP bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun )Kementerian Pertanian, serta PT Daya Guna Lestari (DGL).
Ilmu yang diberikan kepada 63 praktisi sawit itu digelar melalui sebuah pelatihan itu berlangsung selama lima hari di Hotel Laura, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), beberapa waktu yang lalu.
Dalam pelatihan itu, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Selasa (27/5/2025), PT DGL berperan sebagai mitra pelaksana.
Acara pembukaan pelatihan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Darius SE, serta dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara, Mohtari SPt MM.
Disebutkan bahwa pelatihan itu adalah tentang budidaya kelapa sawit sebagai bagian dari pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan perkebunan kelapa sawit.
Tidak heran kalau para peserta pelatihan untuk penguatan SDM PKS itu diikuti oleh berbagai latarbelakang di Kabupaten Nunukan, mulai dari petani sawit swadaya, pekerja kebun, para penyuluh, bahkan masyarakat di sekitar perkebunan pun ikut serta. Saat berpidato, Direktur Utama (Dirut) PT DGL, M Gema Aliza Putra, bilang pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kaltara oleh PT DGL terkait program SDM PKS.
“Pelatihan yang kami selenggarakan tahun ini mencakup tiga program utama, yaitu teknis budidaya kelapa sawit, kepemimpinan dan komunikasi, serta penumbuhan kebersamaan pekebun,” ucap Gema Aliza Putra.
Namun khusus di Kaltara, pihaknya memfokuskan pelatihan pada penguatan keahlian teknis atau technical skill, dengan materi yang membahas aspek teknis budidaya kelapa sawit.
“Ini merupakan pengalaman pertama kami hadir di Kaltara dalam program SDM-PKS, dan kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan,” sambung Gema Aliza Putra.
Kata dia, adalah sebuah fakta yang tidak bisa dibantah kalau Kabupaten Nunukan terdapat beberapa perusahaan sawit, dan hal itu menunjukkan betapa besarnya potensi sawit yang ada dan perlu terus didampingi dan diperkuat secara berkelanjutan.
Gema Aliza Putra mengakui kalau kegiatan pelatihan merupakan bagian dari rangkaian pelatihan nasional Program SDM-PKS Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BPDPKS dan Ditjen Perkebunan, serta dilaksanakan oleh PT DGL di berbagai provinsi, termasuk Kalimantan Utara.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, pihaknya berharap lahir petani-petani kelapa sawit yang semakin siap menghadapi tantangan di lapangan, memiliki pemahaman teknis yang kuat, serta mampu mengelola kebun secara mandiri dan berdaya saing.
“Komitmen bersama antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemerintah Daerah, dan PT Daya Guna Lestari diharapkan terus terjalin,” kata Gema Aliza Putra.
Tujuannya, ujarnya lagi, agar upaya penguatan SDM di sektor perkebunan kelapa sawit dapat menjangkau lebih banyak daerah, termasuk wilayah-wilayah potensial seperti Kalimantan Utara. Pihaknya sangat yakin kalau pelatihan ini bisa menjadi sebuah langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan industri sawit nasional yang berkelanjutan.