Di Aceh, Puluhan Petani Dapat Jurus Kunci Memilih Bibit Sawit Unggul

Di Aceh, Puluhan Petani Dapat Jurus Kunci Memilih Bibit Sawit Unggul

Banda Aceh, mediaperkebunan.id – Bertempat di Ballroom Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, sebanyak 88 petani sawit swadaya mendapatkan jurus kunci cara mendapatkan bibit kelapa sawit yang unggul dan berkualitas dari para pelatih yang tergabung dalam IPB Training.

Para petani diketahui adalah bagian dari tiga angkatan pelatihan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) 2025.

Kegiatan yang sangat edukatif ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), dan IPB Training.

Tiga angkatan tersebut, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Sabtu (12/7/2025), yakni Angkatan III, IV, dan XIV, dan terdiri dari 61 petani dari Kabupaten Aceh Tamiang dan 27 petani dari Kabupaten Aceh Timur.

Nah, dalam pelatihan yang berlangsung mulai 8–12 Juli 2025 itu, Dr Ir Hariyadi MS selaku trainer atau pelatih handal dari IPB Training membocorkan satu per satu jurus kunci memilih bibit sawit yang unggul dan berkualitas.

“Mulai dari jurus pemilihan bibit unggul, bagaimana pengelolaan lahan, teknik penanaman, pemupukan, hingga bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit tanaman,” kata Hariyadi.

Hariyadi mengungkapkan bahwa banyak petani yang membeli bibit kelapa sawit di pasaran tanpa mengetahui bagaimana asal-usul san kualitasnya.

“Dalam pelatihan ini, kami mengajarkan para petani untuk memilih bibit unggul dengan kriteria yang jelas, seperti bibit yang sudah berumur minimal 9 bulan, tinggi 125 cm, dan memiliki 18 pelepah,” ungkap Hariyadi.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya tujuh aspek utama dalam budidaya kelapa sawit yang sukses dan berkelanjutan, yaitu: legalitas atau keabsahan, produktivitas, dan kualitas.

Selanjutnya, sambung Hariyadi lagi, adalah unsur kontinuitas atau kesinambungan, sustainabilitas atau keberlanjutan, traceabilitas atau Ketertelusuran, dan profitabilitas atau keuntungan. Dia berharap semua aspek ini dapat membuat para petani sawit peserta pelatihan bisa lebih mandiri dan mampu menjalankan usaha pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan.

“Dalam menanam kelapa sawit itu tidak hanya berorientasi kepada produksi pada hasil. Dalam budidaya kelapa sawit yang benar dan berkelanjutan tidak cukup hanya untuk berproduksi tinggi, tetapi usahakan untuk mendapat kan tujuh Tas” harapan beliau.

Lebih lanjut dirinya menekankan tentang pentingnya penguasaan tujuh aspek utama yang menjadi kunci keberhasilan dalam budidaya kelapa sawit: Legalitas, yakni kepemilikan lahan dan sertifikasi benih yang jelas dan sah. Produktivitas, yaitu hasil panen yang tinggi secara konsisten. Kualitas,berupa mutu tandan buah segar yang sesuai standar industri.

Kontinuitas, yakni ketersediaanhasil panen secara berkelanjutan. Sustainabilitas, atau penerapan praktik usaha tani yang ramah lingkungan. Traceabilitas, kemampuan melacak asal-usul produk dari hulu hingga hilir.

Profitabilitas, yakni usaha tani yang menguntungkan secara ekonomi. “Kami ingin para petani sawit menjadi mandiri, paham mutu dan kualitas, serta mampu menjalankan usaha tani yang berkelanjutan. Dengan begitu, hasil panen mereka akan semakin optimal,” tutup Hariyadi.

Sebagai informasi, pelatihan yang digelar oleh IPB Training tersebut berhasil memunculkan optimisme karena dihadiri oleh sejumlah tokoh yang berkompeten, seperti Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh, Mukhlis SP MA.

Kemudian, hadir pula Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr M. Apuk Ismane; serta 5 trainer handal IPB Training yang dipimpin oleh Dr Ir Hariyadi MS.

Kehadiran berbagai pihak terkait dalam acara ini mencerminkan dukungan penuh terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, khususnya di Provinsi Aceh.