Jakarta, mediaperkebunan.id – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali memperkuat posisinya dalam mendorong transformasi industri kelapa sawit nasional. Melalui penyelenggaraan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026, BPDP memfokuskan strategi pembangunan ekosistem inovasi guna mempercepat komersialisasi hasil penelitian menuju industri sawit yang ramah lingkungan dan berdaya saing global. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara resmi membuka ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 hari ini di Hotel Borobudur, Jakarta (20/07/2026).
Mengangkat tema "Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future", forum tahunan ini mempertemukan lebih dari 1.300 pemangku kepentingan, mulai dari jajaran kementerian/lembaga, peneliti, akademisi, pelaku industri, hingga petani swadaya dan mahasiswa.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa riset komoditas sawit tidak boleh berhenti sebagai dokumen akademis di laboratorium, melainkan harus memberikan dampak ekonomi nyata.
"Arah BPDP ke depan adalah mempertemukan kebutuhan industri (market pull), inovasi (technology push), dan kebutuhan masyarakat. Melalui PERISAI, kami mempercepat hilirisasi agar inovasi memberikan dampak langsung bagi kemajuan sektor ini dan kesejahteraan petani," tegas Eddy dalam pembukaan acara di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional Astacita menuju Indonesia Emas 2045. Eddy menyebutkan bahwa komoditas kelapa sawit menopang kehidupan lebih dari 16 juta tenaga kerja dan masyarakat Indonesia, di mana sekitar 41 persen dari total luas lahan kebun sawit nasional dikelola oleh petani rakyat.
Guna menjaga keberlanjutan sektor ini, BPDP mengalihkan fokus pengembangan dari perluasan lahan (ekstensifikasi) menuju peningkatan produktivitas lahan yang ada (intensifikasi). Beberapa strategi kunci yang diterapkan mencakup:
- Penyediaan Benih Unggul: Memastikan akses bahan tanam bersertifikat dan berkualitas bagi para petani swadaya.
- Pertanian Presisi (Precision Agriculture): Efisiensi pemupukan dan nutrisi tanaman berbasis data teknis.
- Mekanisasi dan Digitalisasi Kebun: Penerapan digital farming dan alat modern untuk mempermudah operasional di lapangan.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan tuntutan bioekonomi global, PERISAI 2026 turut menampilkan ragam hilirisasi produk sawit nontradisional di luar biodiesel dan minyak goreng. Beberapa hasil riset yang siap dikomersialkan meliputi oleokimia pangan, biomaterial, bioplastik, surfaktan, pelumas ramah lingkungan, produk farmasi, hingga bahan baku bioavtur.
Pada gelaran tahun ini, sebanyak 24 proyek Grant Riset Sawit BPDP dan 10 karya inovasi mahasiswa dipamerkan secara langsung. Beberapa produk teknologi canggih yang mencuri perhatian antara lain:
1. Beton Precast Foam Concrete berbahan biomassa sawit.
2. Drone Penyerbuk Sawit untuk efisiensi penyerbukan di lahan luas.
3. Ekstraksi Astaxanthin dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) untuk kebutuhan industri kesehatan.
Sejak diluncurkan pada 2015, Program Grant Riset Sawit BPDP telah membiayai 466 kontrak penelitian yang melibatkan 109 lembaga riset dan perguruan tinggi, 1.873 peneliti, serta 383 mahasiswa. Program ini berhasil menghasilkan 395 publikasi ilmiah dan 84 paten.
Memasuki tahun 2026, BPDP memperluas jangkauan dengan menandatangani 56 kontrak penelitian baru, termasuk studi kelayakan implementasi B50 dan pengembangan kelapa nasional. Dari sisi pengembangan SDM, BPDP telah menyalurkan beasiswa kepada 13.265 mahasiswa di 44 perguruan tinggi serta memberikan pelatihan teknis bagi lebih dari 30 ribu petani.
Saat ini, lebih dari 100 hasil riset pendanaan BPDP telah memasuki tahap komersialisasi, baik melalui Letter of Intent (LoI) bersama mitra industri maupun melalui pembentukan startup berbasis teknologi.
Dengan pencapaian ini, BPDP optimistis dapat membawa Indonesia bertransformasi dari sekadar produsen minyak sawit mentah terbesar dunia menjadi pusat penelitian dan inovasi sawit berkelanjutan tingkat global (Global Hub for Sustainable Palm Oil Research and Innovation).