BAPPENAS : KELAPA PRIORITAS HILIRISASI 2025-2045

BAPPENAS : KELAPA PRIORITAS HILIRISASI 2025-2045

Jakarta, Mediaperkebunan.idKelapa merupakan salah satu prioritas hilirisasi dalam 5 tahun kedepan. Hilirisasi kelapa merupakan amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan/Ka Bappenas Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur menyatakan hal ini dalam Webinar Perkembangan Penelitian dan Inovasi Kelapa Indonesia di Era Green Economy yang diselenggarakan Faperta Unsrat dan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi-Teknologi Pertanian Indonesia.

Pasar global diperkirakan tumbuh 7,05%/tahun sampai 2029 dengan permintaan terbesar dari Eropa, Amerika Serikat dan China untuk produk makanan dan minuman, kosmetik, kesehatan dan tekstil. Indonesia menguasai pasar gula kelapa dan arang briket shisha terbesar di dunia. Potensi pasar dalam negeri juga besar.

Ada 278 industri pengolahan kelapa di Indonesia, 16 diantaranya terintegrasi dan 83% berada di Jawa dan Sumatera. Harus ada kemajuan riset dan inovasi untuk produk masa depan yang multi manfaat seperti karbon aktif, nano selulosa dan MCT. Dengan ditugaskannya BPDPKS mengurus kelapa maka ada potensi pendanaan untuk hilirisasi.

Peta jalan hilirisasi kelapa 2025-2045 fokus pada perbaikan budidaya, pengembangan benih, penanaman kembali, riset, diversifikasi produk, investasi, promosi, logistik dan kelembagaan kelapa. Pengorganisasian petani diperbaiki dengan mengadaptasi praktek baik di India sedang diversifikasi produk mengacu pada Filipina. Kelembagaan khusus akan dirancang dengan mempertimbangkan pengalaman Filipina dan India, dilengkapi pembentukan lembaga teknis tingkat petani dan asosiasi.

Penentuan prioritas hilirisasi adalah tepung kelapa, medium chains trygiycerides (MTC) , karbon aktif dan nata de coco. Trend industri kelapa masa depan adalah untuk lapisan pada rompi anti peluru, bio avtur, plant based coconut milk, carbon black, cat anti radar dan briket untuk sisha.
Dilakukan pemetaan sumber nilai tamah kelapa baik dari bahan baku, bahan setangah jadi dan barang jadi. Penahapan pengembangan industri olahan kelapa sampai tahun 2025 melalui peningkatan utilisasi dari 55% sampai 85% dengan dukungan peningkatan produktivitas hulu.

Sasaran hilirisasi kelapa adalah meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa untuk mengembalikan posisi Indonesia sebagai penghasil kelapa terbesar di dunia; meningkatnya nilai tambah dan diversifikasi produk turunan kelapa; meningkatnya integrasi pasokan kelapa domestik dan kontribusi ekspor Indonesia untuk turunan kelapa; meningkatkan ekosistem pemampu sektor kelapa; meningkatkan kontribusi nilai tambah hiliriasi kelapa terhadap nilai tambah industri kelapa secara keseluruhan.

Peningkatan produktivitas kelapa untuk mendukung hilirisasi kelapa dilakukan dengan perluasan peremajaan kelapa tua dan rusak; penerapan GAP dan pertanian regeneratif; penguatan struktur dan manajemen lembaga petani; penjaminan penghidupan petani; peningkatan kualitas dan efisiensi penangangan pasca panen.

Peningkatan inovasi dan diversifikasi produk turunan kelapa dengan peningkatan produktivitas dan diversifikasi industri produk turunan kelapa; peningkatan investasi industri kelapa terintegrasi yang mencakup kemitraan petani; harmonisasi kebijakan untuk mendukung integrasi rantai pasok industri kelapa; peningkatan ekonom sirkular dan bioekonomi kelapa.

Peningkatan integrasi industri kelapa di dalam negeri dan kontribusi ekspor dengan penerapan sistem resi gudang, peningkatan efisiensi logistik, peningkatan pemenuhan kelapa untuk industri dalam negeri, peningkatan jaminan kualitas; pengembangan merek global, perluasan pasar ekspor produk turunan kelapa, peningkatan literasi konsumen di dalam dan luar negeri terkait penggunaan dan ragam produk kelapa.