Asap Cair Kelapa dan Tankos Sawit Bikin Dua Dosen INSTIPER Yogyakarta Raih Paten

Asap Cair Kelapa dan Tankos Sawit Bikin Dua Dosen INSTIPER Yogyakarta Raih Paten

Yogyakarta, mediaperkebunan.id – Berkat asap cair dan tandan kosong (tankos) kelapa sawit, Kuni Faizah SSi MSc dan Dr Dina Mardhatilah STp MSi meraih hak paten dari instansi terkait di pemerintahan yang mengurusi hak atas karya dan paten.

Perlu diketahui, seperti keterangan resmi yang diterima mediaperkebunan.id, Rabu (28/5/2025), kalau Kuni Fauziah dan Dina Mardhatilah merupakan dosen di Institut Pertanian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (INSTIPER) Yogyakarta.

Di INSTIPER, Kuni Fauziah mengajar di Program Studi (Prodi) Teknik Pertanian, dan saat ini juga sedang menempuh pendidikan S3 di Fakultas Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sementara itu Dina Mardhatilah mengajar di Prodi Teknologi Hasil Pertanian. Ia baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di School of Management, Universitas Sains Malaysia (USM).

Kedua dosen tersebut memperoleh paten dari hasil penelitiannya untuk mengolah tankos sawit dan sabut kelapa untuk menjadi asap cair sebagai porous agent.

Nah, porous agent ini dapat digunakan untuk membuat gypsum berpori secara alami tanpa tambahan bahan kimia berbahaya, sehingga membuatnya lebih ramah lingkungan.

Paten tersebut merupakan salah satu luaran hasil Penelitian Dosen Pemula tahun 2019.

Tankos merupakan hasil samping dari pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Selama ini tankos yang dikategorikan sebagai limbah hidup atau biomassa banyak dikembalikan ke dalam kebun kelapa sawit untuk menjadi sumber bahan organik.

Kuni Faizah menjelaskan, invensi atau penemuan ini berhubungan dengan asap cair yang berasal dari limbah biomassa tankos sawit dan sabut kelapa.

Di dalamnya, kata Kuni Fauziah lagi, mengandung hemiselulosa, selulosa, dan lignin yang dapat digunakan sebagai porous agent pada gypsum.

Invensi atau penemuan Juni Fauziah dan Dina Mardhatilah ini membuktikan kalau INSTIPER Yogyakarta bukan sekadar kampus tempat belajar mahasiswa, melainkan pusat pengembangan kompetensi berbasis industri yang berkelanjutan.

Dengan kompetensi di bidang perkebunan dan perhutanan, INSTIPER Yogyakarta mendorong para mahasiswa dan dosen-dosennya untuk aktif bergerak dalam bidang ilmiah.

Termasuk, dalam hal ini, mengembangkan inovasi berbasis biomassa di bidang perkebunan dan kehutanan dengan tujuan untuk menghasilkan produk-produk yang inovatif dan berkelanjutan.