Bandung, mediaperkebunan.id– Perusahaan apa saja termasuk pabrik kelapa sawit yang akan masuk dalam bursa karbon hal pertama yang harus dilaksanakan adalah mendaftar di Sistim Registrasi Nasional untuk Sertifikasi Pengurangan Emisi Indonesia (SPEI). M Syarip Lambaga dari PT Mutuagung Lestari Tbk menyatakan hal ini pada 3rd TPOMI 2025 yang diselenggarakan Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia dan Media Perkebunan.
Ketentuan SPEI adalah komprehensif, tersedia tata cara untuk semua proses yang dibutuhkan; pemangku kepentingan dapat mengetahui tata caranya. Konsistensi yaitu perlakuan yang sama terhadap semua pihak yang meminta sertifikat dan penerbitan SPEI. Komparabel yaitu hasl validasi/verifikasi dapat dibandingkan antar aks, antar waktu dan antar mekanisme, 1 ton adalah 1 ton. Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan pengendalian perubahan iklim dan penerapan ekonomi karbon.
Setelah mendaftar Pelaku Usaha (PU) menyusun dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM). Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) melakukan proses validasi paling lama 1 bulan, LVV merrgristasi laporan hasil validasi. Setelah tahap verifikasi PU melaksanakan dan memantau aksi mitigasi perubahan iklim, menyusun capaian laporan capaian aksi mitigasi, LVV melakukan verifikasi, regisrasi di SRN PPI. SPE GRK dapat diperdagangakan langsung atau bursa karbon.
Perdagangan karbon adalah instrumen ekonomi untuk mengenakan biaya atas emisi GRK. Nilai ekonomi karbon adalah nilai yang diberikan terhadap satuan emisi karbon yang dilepaskan atau diserap suatu aktivitas yang mendukung target National Determined Contribution (NDC). Di Indonesia perdagagan karbon melalui bursa karbon diatur dalam Peraturan OJK nomor 14 tahun 2023. PT Bursa Efek Indonesia telah mengembangkan IDX Carbon yang mengakomodasi kebutuhan perdagangan karbon.
Pasar karbon global harganya lebih tinggi dari Indonesia. Pada skema EU Emision Trading System rata-rata harga lelang karbon 2024 USD70,7 per ton CO2 dan harga pasar sekunder USD70,6. Sedang di Indonesia USD 3,63 hingga USD4,76.
Pada sistim registri nasional Perubahan Iklim sudah ada yang berproses dari industri kelapa sawit seperti POME dengan methane capture untuk listrik dan biogas, komposting tankos. Penurunan emisi karbon yang sudah terverifikasi contohnya adalah PTPN IV regional 3 pemanfaatan limbanh POME untuk biogas cofiring penurunan emisinya 14.227 ton CO2 e di bursa karbon juga sudah ada yang terdaftar.
Strategi industri kelapa sawit untuk mengurangsi emisi GRK adalah : menerapkan praktek berkelanjutan dan manajemen lahan gambut yang lebih baik; mengembangkan berbagai metode proses untuk menghemat energi, gunakan limbah sawit sebagai sumber energi terbarukan.
Aksi mitigasi perubahan iklim subsektor kelapa sawit yang masih bisa dikembangkan adalah Folu, kawasan hutan dalam HGU; budidaya, penggunaan biochar dan GAP; energi , penggunaan POME untuk listrik dan biogas untuk kendaraan; limbah komposting, methane capture, biogas ternak; industri perganntian boiler dan teknologi proses kering.
Pemerintah diharapkan mendorong penyusunan peta jalan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sub sektor kelapa sawit; menyusun metodologi aksi yang dapat diterima dunia internasional; dukungan insentif fiskal dan perluasan program biodiesel nasional; menetapkan batas atas emisi sub sektor industri sawit.
Peneliti merancang dan mengusulkan metodologi aksi mitigasi emisi yang kredibel dan terukur; inovasi dalam proses metode monitoring, reporting dan verifikasi. Hasil riset yang berhasil diverifikasi oleh pelaku usaha dan dikomersialkan melalui proyek karbon bersertifikat. Riset membuat model bisnis baru melalui kolaborasi dengan industri sawit dalam pengelolaan proyek berbasis ilmiah.
Pelaku usaha sawit didorong untuk aktif menghitung dan melaporkan emisi GRK melalui SRN. Ini bukan sekedar patuh tetapi pintu masuk ke pasar karbon. Dengan data emisi yang akurat perusahaan bisa mengembangkan proyek mitigasi seperti methane capture dari POME, biochar, efisiensi energi atau konservasi lahan. Semua itu dapat menghasilkan kredit karbon.yang bisa dijual di pasar domestik dan internasional menjadi pendapatan baru. Semakin terukur pengurangan emisnya semakin tinggi nilai jualnya. Menghitung emisi bukan beban tetapi strategi bisnis masa depan.