2nd T-POMI
2024, 23 Maret
Share berita:

JAKARTA, mediaperkebunan.id – Untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, khususnya petani, Wilmar group mendukung dan mendorong peningkatan kapasitas petani sawit swadaya (independent smallholder), melalui kolaborasi multi stakeholder.

Melalui inisiatif untuk mendorong sektor-sektor swasta agar berperan dalam mendukung kebijakan Siak Hijau, Pemerintah Kabupaten Siak bersama perkebunan swasta membentuk Koalisi Private Sektor untuk Siak Hijau (KPSSH).

Sustainability Head Wilmar Pujuh Kurniawan mengatakan, salah satu peran Wilmar dalam mendukung dan mendorong pencapaian Siak Hijau adalah melalui peningkatan kapasitas petani swadaya (independent smallholder), pendampingn penerapan praktik pengelolaan kebun terbaik, dan Sertifikasi petani.

“Keterlibatan Wilmar dalam program ini di Lanskap Siak Hijau didasari komitmen Wilmar dalam memaksimalkan dampak ekonomi terhadap masyarakat di Siak,” ujar Pujuh dalam sebuah Workshop beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Pujuh, piihaknya juga memberikan contoh yang sangat baik dalam hal sinergisitas program perusahaan dengan kebijakan pemerintah. Wilmar juga memperkuat KPSSH untuk mendorong pencapaian Siak Hijau.

Lebih lanjut Pujuh menuturkan, sejak terlibat aktif dalam program pemberdayaan petani swadaya ini, Wilmar telah bermitra dan mendampingi lima koperasi petani swadaya di kabupaten Siak, dengan jumlah anggota mencapai sekitar 1.500 orang, dan sekitar 2.500 hektare (ha).

Dari total petani yang didampingi tersebut, dua koperasi telah mendapatkan Sertifikasi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO) sejak tahun 2019. Sedangkan dua koperasi lagi sedang dalam proses penyelesaian Sertifikasi ISPO pada awal tahun 2024, dan satu koperasi sedang berproses untuk penyiapan mencapai sertifikat ISPO.

“Program ini dijalankan bersama dengan para pihak yang berada di wilayah Kabupaten Siak, antara lain PT Permodalan Siak (PERSI), Dinas Perkebunan, dan dinas lain yang terkait,” ujar Pujuh dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Teknologi Pabrik Kelapa Sawit Indonesia Sulit Ditingkatkan, Ini Penyebabnya!

Selain di Kabupaten Siak, Wilmar juga melakukan program pemberdayaan petani swadaya di beberapa provinsi, yaitu Jambi, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat.

Dari keseluruhan program tersebut, Wilmar telah bermitra dan mendampingi 14 kelompok petani swadaya, dengan total petani mencapai 5.760 orang, dan luas area 12.584 ha. Secara keseluruhan, terdapat 9 kelompok petani swadaya yang telah berhasil mendapatkan sertifikat ISPO, yang mencakup 8.992 ha kebun dari 3.707 petani swadaya.

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan pesat di lanskap Siak. Data Dinas Pertanian Kabupaten Siak menyebutkan, total tutupan luas kebun kelapa sawit di wilayah Kabupaten Siak adalah 328.872,68 ha, terdiri dari 120.797,68 ha dikelola perkebunan swasta dan 208.075 ha dikelola rakyat.

Namun kebun sawit yang sudah bersertifikat ISPO dari total keseluruhan baru mencapai 14 persen atau seluas 48.840,07 ha. Kabupaten Siak menargetkan seluruh perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Siak sudah bersertifikasi ISPO pada tahun 2025. (*)