2nd T-POMI
2023, 20 Oktober
Share berita:

Jerman, mediaperkebunan.id – Lebih dari 70 peserta dari kalangan industri, politik dan masyarakat sipil hadir dalam Forum Sustainable Palm Oil, membahas produksi kakao dan minyak sawit bebas deforestasi. Forum ini merupakan salah satu kegiatan pada rangkaian Pameran ANUGA 2023 yang diinisiasi oleh German Initiative on Sustainable Cocoa (GISCO) dan Forum for Sustainable Palm Oil (FONAP).

Olaf Schäfer, dari Kementerian Federal Pangan dan Pertanian (BMEL), menyambut para peserta dan menyoroti pentingnya EUDR untuk rantai pasokan pertanian. Ia juga menekankan pentingnya pertukaran informasi dalam mengatasi tantangan – tantangan deforestasi dan mengucapkan selamat kepada GISCO dan FONAP atas penyelenggaraan acara tersebut.

Selaras dengan Program Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi menekankan, pentingnya mengembalikan kejayaan perkebunan Indonesia. Ditjen Perkebunan memiliki tanggung jawab mengembangkan komoditas perkebunan termasuk kelapa sawit dan kakao berkelanjutan sesuai dengan perkembangan tuntutan pasar global terutama di Uni Eropa.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan,  Direktorat Jenederal (Ditjen) Perkebunan, Prayudi Syamsuri menjelaskan, Kegiatan ini difokuskan pada Peraturan Uni Eropa Melawan Deforestasi (EUDR). Ini merupakan sebuah langkah penting dari Uni Eropa dalam memerangi deforestasi dan sebuah tonggak sejarah nyata dalam perlindungan kawasan hutan di seluruh dunia.

“Indonesia saat ini sedang berupaya untuk membangun sistem penelusuran nasional ISPO.  Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan juga membangun sistem berbasis platform digital yaitu SIPERIBUN yang memuat data dan informasi terkait perusahaan dan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, sedangkan untuk perkebunan rakyat dibangun sistem Platform Sistem Terpadu Pendaftaran Usaha Budidaya Perkebunan Untuk Pekebun Swadaya (E-STDB). E-STDB merupakan sebuah platform online yang dimaksudkan memudahkan setiap tahapan dalam proses penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan Untuk Budidaya (STDB), ini sangat penting untuk transparasi ISPO  dan menjadi sertifikasi telusur dan produk sawit di seluruh Indonesia,” jelas Prayudi.

Baca Juga:  BPDP-KS Sudah "On The Track"

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan, pentingnya keberadaan dan penerbitan STDB menjadi suatu keharusan agar lahan pekebun dapat diketahui dan terdata di wilayahnya serta untuk mendukung percepatan ISPO pekebun. STDB merupakan salah satu modal bagi pekebun saat menjual hasil panen maupun mengembangkan usaha, karena dapat menjadi salah satu bukti administrasi legal untuk mendorong peningkatan mutu tanaman karena mencantumkan posisi lahan pekebun, kualitas benih sampai pada hasil panen.

Andi pun menerangkan, pentingnya melibatkan petani kelapa sawit dalam rantai pasok global (inklusif). Peraturan EUDR harus memperhatikan hak-hak petani kelapa sawit kecil (smallholders) termasuk kesejahteraan dan akses pasar berkelanjutan, tentu dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip sustainable development goals. (248)