KOPI

Santri Tani Milenial Perkuat Sektor Perkebunan

TASIKMALAYA, Perkebunannews.com – Kementerian Pertanian terus memperkuat sub sektor perkebunan melalui program “Santri Tani Milenial’. Karena santri sebagai SDM pertanian yang potensial untuk menggerakan sektor pertanian khususnya perkebunan. Potensi perkebunan sendiri sangat luas dan santri adalah SDM yang tepat untuk mengembangkan potensi perkebunan. Sejumlah bantuan pun diserahkan kepada santri, khususnya Jawa Barat antara lain bibit

Kementan Mengguyur Bandung Dengan 1 Juta Bibit Kopi

Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengguyur Bandung dengan 3 juta bibit kopi kepada petani swadaya. Hal itu dilekukan sesuai dengan amanat Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk terus mengangkat ekonomi petani. Jadi kesejahteraan petani merupakan cita-cita Presiden yang harus dibuktikan. Maka dari itu, Kementan sejak beberapa tahu lalu sudah memotong biaya

Kopi Solok Telah “Naik Kelas”

Solok – Sudah menjadi rahasia umum Kabupaten Solok merupakan salah satu “surga” kopi di Indonesia, bahkan kini pemasarannya telah naik kelas atau tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Atas dasar itulah pemerintah melalui Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian terus mendorng sentra-sentra produksi kopi salahsatunya di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. “Jadi kita

DEKOPI BUKA PELUANG ANAK MUDA JADI PETANI KOPI

Anak-anak muda yang tertarik menjadi petani kopi sekarang ada jalan yang lebih mudah. Dewan Kopi Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan Perum Perhutani dan Bank BRI Agro untuk mencetak lebih banyak anak muda yang tertarik menjadi petani kopi. Anton Apriyantono, Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia menyatakan hal ini Agriphoria 2018 dan Saresehan Kopi Nasional yang diselenggarakan

DITJEN PSP BANGUN IRIGASI PERCONTOHAN UNTUK KOPI

Kebijakan dan program Ditjen PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) adalah mendukung pembangunan empat subsektor komoditas pertanian yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. “Kita dukung semuanya bukan hanya tanaman pangan saja,” kata Pending Dadih Permana, Dirjen PSP. Setelah selama ini fokus pada tanaman pangan, saat ini perkebunan juga mendapat perhatian. Saat ini Ditjen PSP sudah

Sarasehan Nasional Kopi Ajang Unjuk Gigi Kopi Indonesia

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan Indonesia, bahkan permintannya pun terus meningkat baik di dalam ataupun luar negeri. Atas dasar itulah diadakannya “Sarasehan Nasional Kopi,” semlama 3 hari dari tanggal 10-12 November 2018 di Bogor, Jawa Barat. Acara yang diadakan 3 hari tersebut, pertama pada tanggal 10 November 2018 diadakan fieldtrip ke kebun kopi Cibulao,

KEMENKO PEREKONOMIAN TETAPKAN SMK PPN TANJUNGSARI SEBAGAI SMK KOPI

Kemenko Bidang Perekonomian melakukan pilot project pengembangan kurikulum link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Salah satu yang dipilih adalah pengembangan kurikulum jurusan kopi. Kopi dipilih dengan alasan permintaan dan industrinya semakin meningkat dan menjadi tren ke depan. SMK Pilot Project Kurikulum Kopi adalah SMK PPN Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kurikulum

PEMERINTAH HARUS HADIR SELESAIKAN MASALAH PETANI KOPI

Lahan kopi yang digarap petani Indonesia saat ini relatif kecil yaitu 0,71 ha per keluarga untuk kopi robusta dan 0,6 ha/keluarga untuk petani kopi arabika. Padahal luas yang ideal adalah 2,7 ha/keluarga. Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan hal in pada Roundtable Discussion “Strategi Kebijakan dan Program Pengembangan Kopi Indonesia untuk Merespon Kebutuhan Agroindustri Kopi Global”

TREND KOPI NASIONAL POSITIF, HULU PERLU PERBAIKAN

Dunia perkopian Indonesia akhir-akhir ini sangat dinamis sekali dengan trend yang sangat bagus. Sektor konsumsi tumbuh dengan pesat, mutu juga lebih dihargai. Masalah adalah suply karena produktivitas rendah. “Ini kenyataan yang kita hadapi sekarang. Dalam kondisi seperti ini maka produktivitas dan produksi harus ditingkatkan lewat intensifikasi. Konsumsi dalam negeri dan mutu tetap harus dijaga. Butuh

Awas, 2026 Darurat Kopi

Depok – Kopi bukan lagi sebagai minuman penyegar, tapi sudah menjadi gaya hidup, atas dasar itulah maka peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas menjadi bagian yang penting jika tidak ingin tahun 2026 darurat kopi. Hal tersebut diungkapkan oleh Dedi Junadi, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP), Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, dalam acara Coffein Town 2018,

DEWAN KOPI AKAN TINGKATKAN KEMITRAAN EKSPORTIR PETANI

Program Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) dalam jangka pendek adalah akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam rangka menyambungkan antara petani dengan eksportir sebagai off taker. “Jadi nanti kita akan tugaskan eksportir berdasarkan wilayah. Masing-masing eksportir bertanggung jawab terhadap petani di wilayah tersebut, “ kata Anton Apriyantono, Ketua Dewan Kopi Indonesia. Diharapkan terjadi kemitraan yang saling menguntungkan.

KBRI Mendorong Ekspor Kopi ke Mesir

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo terus mendorong ekspor kopi Indonesia ke Mesir, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari KBRI Kairo yang diterima di Jakarta, Kamis. Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzy menerima kunjungan dari pemimpin dua perusahaan Mesir yang merupakan importir kopi Indonesia, yakni General Manager Super Star Trading Co, Hesham Barrada