TPOMI 2026: Dr. Tony Liwang Dorong Digitalisasi dan Optimasi Circular Energy di Pabrik Kelapa Sawit

TPOMI 2026: Dr. Tony Liwang Dorong Digitalisasi dan Optimasi Circular Energy di Pabrik Kelapa Sawit

Medan, mediaperkebunan.id — Industri kelapa sawit nasional terus didorong untuk bertransformasi menuju efisiensi tinggi dan keberlanjutan. Dalam ajang konferensi Technology & Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/7/2026), digitalisasi dan pengelolaan energi terbarukan menjadi fokus utama pembahasan.

Praktisi Perhimpunan Perusahaan Perkebunan Indonesia (P3PI), Dr. Tony Liwang, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam pengawasan proses olah sawit serta penerapan konsep energi sirkular (circular energy).

Dalam konferensi TPOMI 2026, Dr. Tony Liwang berfokus membahas materi "Transformasi Monitoring Dan Proses Ke Arah Digitalisasi & Optimasi Circular Energy Pada Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Ramah Lingkungan".

Dalam pemaparannya, Dr. Tony Liwang menjelaskan bahwa modernisasi operasional pabrik kelapa sawit (PKS) tidak lagi sebatas opsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing di pasar global.

Transisi dari sistem manual ke sistem pemantauan berbasis digital (digital monitoring) dinilai mampu menekan potensi losses (kehilangan) minyak sawit, meningkatkan efisiensi operasional, serta menyajikan data real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat dan presisi.

"Penerapan teknologi digital dalam pemantauan proses olah di PKS memungkinkan kita mengontrol setiap tahapan produksi secara terintegrasi. Hal ini tidak hanya meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error), tetapi juga mengoptimalkan kapasitas olah pabrik," ujar Dr. Tony Liwang di hadapan para praktisi dan pemangku kepentingan industri sawit yang hadir di Medan.

Selain digitalisasi, Dr. Tony juga menyoroti potensi besar limbah pabrik kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan melalui pendekatan circular energy. Limbah cair (Palm Oil Mill Effluent / POME) dan limbah padat seperti cangkang serta serat (fiber) memiliki nilai ekonomis tinggi jika dikelola secara optimal.

Pengolahan POME menjadi biogas, misalnya, tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik mandiri bagi operasional pabrik maupun disalurkan ke masyarakat sekitar.

"Pabrik kelapa sawit memiliki potensi besar untuk menjadi pusat energi mandiri yang ramah lingkungan. Melalui optimasi circular energy, kita tidak hanya mengurangi jejak karbon industri, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya energi yang signifikan," tambahnya.

Forum TPOMI 2026 menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan, akademisi, dan pelaku industri untuk menyelaraskan adopsi teknologi terkini dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Melalui komitmen transformasi digital dan penerapan energi hijau ini, industri kelapa sawit Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat posisinya sebagai produsen utama dunia yang tidak hanya produktif, tetapi juga memegang teguh prinsip keberlanjutan dan berwawasan lingkungan.