Jakarta, Mediaperkebunan.id – Sebagai upaya strategis dalam menghadapi tantangan global, mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi, serta memperluas penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Pemerintah telah merumuskan Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja yang terdiri dari 8 program akselerasi di 2025, 4 program yang dilanjutkan di 2026, dan 5 program andalan Pemerintah untuk penyerapan tenaga kerja.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal ini. Salah satu dari 5 program andalan untuk penyerapan tenaga kerja adalah pada sektor perkebunan. Program perkebunan rakyat melalui penanaman kembali 870 ribu hektare lahan ditargetkan membuka lebih dari 1,6 juta lapangan kerja baru dengan komoditas prioritas seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala.
Data Ditjen Perkebunanan menunjukan penanaman kembali terkat dengan hilirisasi perkebunan yang terdiri dari peremajaan, rehabilitasi dan ekstensifikasi selama 3 tahun untuk penyediaan bahan baku. Komoditas tebu dari luas eksisting 511.048 ha pengembangan Kawasan 500.000 ha dengan target tahun 2025 100.453 ha, 2026 239.547 ha, 2027 160.000 ha.
Target swasembada gula dan ekspor molase yang pada tahun 2024 nilainya mencapai USD159,01 juta. Investasi Rp22,27 triliun rupiah , keuntungan kumulatif Rp672,48 triliun dan penyerapan tenaga kerja budidaya 676.018 orang.
Kelapa luas eksisting 3.315.758 ha, pengembangan 500.000 ha, target 2025 1.975 ha, 2026 186.518 ha, 2027 311.507 ha. Potensi pasar Timur Tengah, India, Tiongkok, Korea, Jepang, Eropa. Nilai ekspor tahun 2024 USD1.642 juta, potensi tambahan ekskpor USD410,5 juta. Investasi Rp3,24 triliun, keuntungan kumulatif Rp582,49 triliun, penyerapan tenaga kerja budidaya 1.093.750 orang.
Kopi luas eksisting 1.266.848 ha, pengembangan 99.500 ha dengan target tahun 2025 13.500 ha, tahun 2026 86.000 ha. Potensi pasar Amerika Serikat, Jerman, Italia, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Timur Tengah. Nilai ekspor tahun 2024 USD1.638 juta, potensi tambahan ekspor USD409,5 juta. Investasi Rp21,43 triliun , keuntungan kumulatif Rp37 triliun, penyerapan tenaga kerja budidaya 527.442 orang.
Kakao luas eksisting 1.393.390 ha, pengembangan 248.500 ha, target tahun 2025 4.266 ha, 2026 175.500 ha, tahun 2027 68.734 ha. Potensi pasar Amerika Serikat, Belanda, Malaysia, India,Tiongkok. Ekspor tahun 2024 USD2.645,9 juta, potensi tambahan ekspor USD661,48 juta. Investasi Rp38,16 triliun, keuntungan kumulatif Rp27,18 triliun, penyerapan tenaga kerja budidaya 939.237 orang.
Jambu mete luas eksisting 440.925 ha, pengembangan 100.000 ha dengan target 2025 1.800 ha, 2026 82.031 ha, 2027 16.169 ha. Potensi pasar Amerika Serkat, Belanda, Jerman, Inggris, UEA, Arab Saudi, Tiongkok, Hongkong, Jepang, Korea Selatan. Ekspor tahun 2024 USD151,2 juta, potensi tambahan ekspor USD37,8 juta. Investasi Ro15,67 triliun, keuntungan kumulatif Rp288,88 triliun, penyerapan tenaga kerja budidaya 385.659 orang.
Lada eksisting 165.900 ha, pengembangan 100.000 ha, target 2025 200 ha, 2026 3.438 ha, 2027 8.362 ha. Potensi pasar Eropa dan Amerika, nilai ekspor tahun 2024 USD311,6 juta, potensi tambahan ekspor USD77,9 juta.Pala eksisting 282.140 ha, pengembangan 88.000 ha target tahun 2025 7.000 ha, 2026 14.800 ha, 2027 66.200 ha. Potensi pasar India, Amerika, UEA, Timur Tengah, Belanda, Jerman, Tiongkok, Jepang, Korea. Nilai ekspor tahun 2024 USD169,4 juta, potensi tambahan ekspor USD42,35 juta.