Negara Peminum Kopi Dunia 2025: Indonesia Posisi ke Berapa?

Negara Peminum Kopi Dunia 2025: Indonesia Posisi ke Berapa?

Jakarta, mediaperkebunan.id Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup global, tetapi tingkat konsumsinya sangat berbeda antarnegara. Data konsumsi kopi per kapita harian tahun 2025 menunjukkan bahwa negara-negara Eropa masih mendominasi daftar peminum kopi terbanyak di dunia, sementara negara-negara produsen besar, termasuk Indonesia, justru berada di peringkat bawah.

Berdasarkan visualisasi konsumsi kopi global yang dirilis Visual Capitalist dengan sumber data Cafely, sebanyak 65 negara di peringkat berdasarkan jumlah cangkir kopi yang diminum per orang per hari.

Peringkat teratas peminum kopi dunia ditempati oleh Luksemburg, dengan konsumsi mencapai 5,3 cangkir per orang per hari. Angka ini menjadi yang tertinggi secara global dan jauh meninggalkan negara lain.

Di bawah Luksemburg, Finlandia (3,8 cangkir) dan Swedia (2,6 cangkir) menyusul sebagai negara dengan budaya minum kopi yang sangat kuat. Negara-negara Nordik lainnya seperti Norwegia (2,6) dan Denmark (2,0) juga berada di jajaran atas.

Menariknya, seluruh 10 besar negara peminum kopi dunia berasal dari Eropa, termasuk Austria, Swiss, Belanda, dan Yunani. Selain konsumsi tinggi, Denmark tercatat sebagai negara dengan harga kopi termahal di dunia, dengan rata-rata US$5,40 per cangkir.

Dominasi Eropa ini menunjukkan bahwa kopi tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman, tetapi telah menjadi bagian dari budaya sosial, rutinitas kerja, dan gaya hidup harian masyarakatnya.

Amerika Serikat berada di kisaran 1,2 cangkir per orang per hari, setara dengan Australia dan Irlandia. Kanada mencatat konsumsi 1,6 cangkir, sejajar dengan Brasil, Belgia, dan Jerman.

Negara-negara Asia umumnya memiliki konsumsi kopi yang lebih rendah. Jepang tercatat sekitar 0,9 cangkir per hari, sementara Korea Selatan berada di kisaran 0,9. Konsumsi kopi di kawasan ini masih kalah dibandingkan Eropa, meskipun pertumbuhan kafe dan budaya kopi modern terus meningkat.

Indonesia Posisi ke Berapa?

Berdasarkan data pada infografik terlampir, Indonesia berada di kelompok bawah peminum kopi dunia, dengan konsumsi sekitar 0,3 cangkir kopi per orang per hari. Angka ini menempatkan Indonesia jauh di bawah negara-negara Eropa, Amerika, bahkan beberapa negara Asia lainnya.

Posisi Indonesia sejajar dengan negara seperti Thailand dan Meksiko, serta masih di atas beberapa negara Afrika dan Asia Selatan. Padahal, Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, dengan komoditas unggulan seperti arabika dan robusta.

Rendahnya konsumsi per kapita ini menunjukkan bahwa sebagian besar kopi Indonesia masih berorientasi ekspor, serta pola konsumsi dalam negeri yang belum merata di seluruh lapisan masyarakat.

Peminum Kopi Dunia

Produsen Besar, Konsumsi Rendah

Fenomena Indonesia bukanlah kasus tunggal. Negara produsen kopi lain seperti Brasil juga mencatat konsumsi yang relatif moderat, yakni sekitar 1,6 cangkir per hari, jauh di bawah negara-negara Eropa Utara. Hal ini memperlihatkan kontras antara negara penghasil dan negara konsumen kopi terbesar.

Data ini juga mencatat bahwa rata-rata seseorang di dunia mulai meminum kopi pada usia 22 tahun, menandakan kopi semakin menjadi bagian dari gaya hidup produktif dan urban.

Posisi Indonesia yang masih rendah dalam konsumsi kopi per kapita membuka ruang besar bagi pengembangan pasar domestik. Pertumbuhan kedai kopi, UMKM kopi lokal, serta inovasi produk berbasis kopi dapat menjadi pendorong peningkatan konsumsi dalam negeri, sekaligus memperkuat nilai tambah di hilir.

Di tengah dominasi Eropa sebagai peminum kopi dunia, tantangan Indonesia ke depan bukan hanya menjaga posisi sebagai produsen global, tetapi juga membangun budaya konsumsi kopi nasional yang kuat dan berkelanjutan.