Jakarta, mediaperkebunan.id – Ketua Umum Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) periode 2022–2026, Rusman Heriawan, secara resmi membuka rangkaian International Coffee Day 2026 dan Musyawarah Nasional (Munas) DEKOPI di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (30/9).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pelaku industri kopi, perwakilan asosiasi, pengurus DEKOPI, undangan, serta berbagai pemangku kepentingan sektor kopi Indonesia. Dalam sambutannya, Rusman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Rusman, penyelenggaraan International Coffee Day menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap kopi sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi. Perhatian tersebut mencakup seluruh mata rantai, mulai dari petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, hingga pasar kopi nasional dan internasional.
“Penyelenggaraan International Coffee Day membuktikan perhatian yang besar terhadap kopi sebagai bagian penting dalam ekosistem ekonomi, khususnya dalam memperkuat posisi petani, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, hingga pasar kopi nasional dan internasional,” ujar Rusman.
Rusman menjelaskan, peringatan International Coffee Day memiliki perjalanan yang cukup panjang. Menurutnya, International Coffee Day pertama kali mendapat pengakuan dari International Coffee Organization (ICO) pada 2014. Organisasi yang berkedudukan di London tersebut saat ini beranggotakan 77 negara yang terdiri atas negara produsen maupun negara importir dan konsumen kopi.
Peringatan International Coffee Day untuk pertama kalinya kemudian dilaksanakan bersamaan dengan Milan Expo 2015 di Milan, Italia.
Pada tahun ini, Rusman menyebut International Coffee Day semakin memiliki posisi penting karena telah menjadi agenda resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal tersebut menyusul adopsi International Coffee Day oleh United Nations General Assembly (UNGA) melalui Resolusi Nomor 80/248.
Dengan pengakuan tersebut, International Coffee Day menjadi agenda global yang diperingati oleh negara-negara anggota PBB, termasuk Indonesia.
“Hari Kopi Internasional sekarang menjadi acara resmi bagi negara-negara anggota PBB, termasuk Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kopi memiliki perhatian yang semakin besar dalam agenda global,” katanya.
Selain International Coffee Day, Indonesia juga memiliki peringatan Hari Kopi Nasional yang dilaksanakan setiap 11 Maret.
Rusman menyampaikan bahwa pelaksanaan International Coffee Day 2026 dan Munas DEKOPI tidak hanya menjadi momentum peringatan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan penguatan kolaborasi dan pengembangan ekosistem kopi Indonesia.
Setidaknya terdapat empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut.
Pertama, melaksanakan Musyawarah Nasional DEKOPI sebagai forum konsolidasi sekaligus pengambilan keputusan organisasi.
Kedua, memperkuat sinergi dan kolaborasi antara gerakan koperasi, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta pemangku kepentingan industri kopi.
Ketiga, mendorong peningkatan nilai tambah kopi Indonesia, mulai dari tingkat petani dan koperasi hingga proses pengolahan dan pemasaran.
Keempat, membangun pemahaman bersama bahwa pembangunan kopi tidak hanya berkaitan dengan komoditas, tetapi juga mencakup kesejahteraan petani, penguatan kelembagaan, keberlanjutan, inovasi, dan daya saing.
“Pengembangan kopi tidak hanya berbicara mengenai komoditas, tetapi juga mengenai kesejahteraan petani, penguatan kelembagaan, keberlanjutan, inovasi, dan daya saing,” ujar Rusman.
Dalam sambutannya, Rusman juga menjelaskan posisi DEKOPI sebagai lembaga yang dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Regulasi tersebut mengamanatkan pemerintah untuk membentuk dewan komoditas, termasuk Dewan Kopi Indonesia.
Menurut Rusman, posisi DEKOPI berada di antara kepentingan pemerintah dan pelaku usaha kopi. Karena itu, DEKOPI memiliki peran untuk menjaga komunikasi dengan pemerintah sekaligus menampung aspirasi dari berbagai pelaku kopi.
“Kita ini ada di tengah, antara kepentingan pemerintah dan kepentingan pelaku usaha kopi. DEKOPI menjaga komunikasi dengan pemerintah sekaligus menampung aspirasi dari para pelaku kopi untuk disuarakan kepada pemerintah,” jelasnya.
Posisi tersebut membuat DEKOPI diharapkan dapat menjadi ruang konsolidasi berbagai kepentingan dalam pengembangan kopi Indonesia.
Rangkaian International Coffee Day 2026 juga dirangkaikan dengan Munas DEKOPI. Rusman mengatakan Munas menjadi forum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus membentuk kepengurusan DEKOPI periode berikutnya.
Ia menjelaskan, seluruh peserta dapat mengikuti jalannya Munas, tetapi hak suara hanya dimiliki oleh peserta yang memenuhi ketentuan sebagai pemilik hak suara. Karena itu, peserta yang memiliki hak suara diharapkan hadir dan menggunakan haknya dalam proses pembentukan kepengurusan baru.
“Yang hadir bisa mengikuti dan mendengarkan seluruh proses Munas, tetapi mereka yang memiliki hak suara tentu wajib hadir untuk menggunakan hak suaranya dalam membentuk kepengurusan Dewan Kopi Indonesia yang baru,” katanya.
Munas tersebut dijadwalkan dipandu dan dikawal oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Rusman berharap International Coffee Day dan Munas DEKOPI tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu menghasilkan gagasan, kesepakatan, serta kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat ekosistem kopi Indonesia.
“Kami berharap Munas DEKOPI dan International Coffee Day tidak berhenti sebagai satu kegiatan seremonial saja, tetapi dapat menghasilkan gagasan, kesepakatan, dan kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat dan mengokohkan sinergi antarlembaga serta para pemangku kepentingan,” ungkap Rusman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari jajaran pengurus DEKOPI, panitia dan relawan, narasumber, sponsor, media, pemerintah, hingga berbagai pihak lainnya.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk pemikiran, tenaga, fasilitas, maupun sumber daya lainnya,” ujarnya.
Menurut Rusman, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kopi Indonesia yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan International Coffee Day kemudian akan dilanjutkan dengan berbagai agenda pada hari berikutnya, termasuk seruput kopi bersama yang direncanakan dipimpin oleh Menteri Pertanian. Selain itu, kegiatan akan ditutup dengan Dialog Kopi Nasional yang menghadirkan pakar dan pengamat ekonomi untuk membahas perkembangan serta masa depan kopi Indonesia.