Medan, mediaperkebunan.id – Kuota Minyakita ke Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (BULOG) bakal terus ditambah oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam waktu dekat ini demi memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
“Iya, kuotanya bakal ditambah Kemendag. Karena stok Minyakita di BULOG sudah mulai menipis,” kata Direktur Utama (Dirut) Perum BULOG, Mayjen Ahmad Rizal Rhamdan, kepada para wartawan di RM Garuda, Jalan Pattimura, Medan, Jumat (20/9/2025) sore.
Didampingi Pemimpin Wilayah (Pimwil) BULOG Sumut Budi Cahyanto dan wakilnya Erwin Budiyana, Mayjen Ahmad Rizal Ramdhan memastikan penambahan kuota tersebut tidak akan diiringi dengan kenaikan harga eceran tertinggi (HET).
Hal itu dilakukan karena pemerintah melihat kalau kondisi perekonomian masyarakat belum pulih, sehingga diperlukan langkah-langkah yang bisa memastikan harga sembilan bahan pokok (sembako) bisa dijangkau masyarakat.
“Enggak lah, enggak naik HET-nya. Kasihan masyarakat, ekonominya belum pulih, masak mau dinaikkan HET Minyakita,” tutur pria yang pernah bertugas di Komando Daerah Militer (Kodam) Bukit Barisan (BB) di Medan ini.
Ditanya tentang keluhan masyarakat soal kualitas Minyakita yang berbeda jauh dengan kualitas minyak goreng komersial, Ahmad Rizal Ramdhan menegaskan hal tersebut di luar tugas dan kewenangan Perum BULOG.
“Sekadar informasi, untuk soal Minyakita ini, tugas BULOG adalah mendistribusikan ke masyarakat, bukan mengolah. Kami menerima kuota Minyakita dari Kemendag dan dengan HET yang sudah ditetapkan Kemendag juga. Kami tinggal mendistribusikan saja,” rinci Ahmad Rizal Ramdhan.
“Jadi, beda dengan beras. Di situ Perum BULOG jelas punya kewenangan untuk mengolah dari gabah menjadi beras, dan selanjutnya didistribusikan ke masyarakat dengan HET yang ditetapkan pemerintah,” tuturnya lebih lanjut.
Disinggung mengenai stok Minyakita di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Rizal Ramdhan juga memastikan stok bakal bertambah seiring dengan penambahan kuota Minyakita secara nasional.
“Pastinya saat ini stok Minyakita di Sumut berkurang. Berapa stok yang ada di BUOG Sumut saat ini, Pak Budi?” tanya Ahmad Rizal Ramdhan kepada Pimwil BULOG Sumut, Budi Cahyanto, yang duduk di sebelah kirinya.
“Sekitar 300.000-an liter, dan itu akan terus didistribusikan ke masyarakat hingga akhir tahun ini, tetap dengan HET yang ada, Pak,” jawab Budi Cahyanto.
“Nah, itu, sudah dengar kan. Stok Minyakita tinggal 300.000-qn liter. Kuotanya. Bakal ditambah Kemendag, bersamaan dengan kuota gula pasir juga. Jumlahnya berapa ya kita belum tahu. Kita tunggu saja penugasan dari pemerintah,” tegas Dirut Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhan.