Jakarta, mediaperkebunan.id – Kementerian Pertanian (Kementan) setuju untuk membantu Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dalam pembiayaan pengadaan bibit untuk tiga komoditas perkebunan, yaitu jagung, kopi, dan kelapa.
Persetujuan pihak Kementan akan dituangkan dalam alokasi anggaran tambahan biaya (ABT) di tahun 2025 ini, dengan rincian untuk pengadaan bibit jagung seluas 5.000 hektar (Ha), kopi 2.000 (Ha), dan kelapa 100 (Ha).
Persetujuan tersebut, seperti dikutip Mediaperkebunan.id dari laman resmi Pemprov Sumbar, Sabtu (13/9/2025), langsung disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, belum lama ini.
Saat itu Mentan Andi Amran Sulaiman menerima audiensi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan rombongannya ke kantor Kementan di Jakarta.
Gubernur Mahyeldi Ansharullah didampingi oleh Bupati Agam Beni Warlis, Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, Bupati Pesisir Selatan (Pessel) Hendrajoni, dan Wakil Bupati Solok, Chandra.
Dari Pemprov Sumbar sendiri ikut dalam pertemuan itu yakni Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Adib Alfikri, serta Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Bun TPH) Afniwirman.
Menurut Menteri Andi, tujuan utama pemberian bibit ini adalah untuk meningkatkan sektor pertanian, mendorong perekonomian, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Saya ingatkan, setiap kepala daerah harus agresif mencari informasi ke pemerintah pusat agar pembangunan daerahnya dapat dipercepat,” ujar Menteri Andi.
Ia menekankan pentingnya penyerapan anggaran ABT oleh daerah-daerah di Indonesia untuk memajukan sektor pertanian, bahkan hingga menargetkan ekspor untuk mendongkrak perekonomian nasional.
Menteri Andi juga menegaskan akan adanya evaluasi ketat bagi daerah penerima bantuan, termasuk bantuan ABT.
Dirinya menegaskan tidak akan segan-segan menghentikan pemberian bibit pada tahun berikutnya jika ditemukan daerah yang tidak mampu melaksanakan program ini dengan baik.
Menteri mengingatkan para kepala daerah untuk menghindari praktik yang dapat merugikan diri sendiri dan daerah.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah juga mengajukan permohonan agar Kementan mendukung hilirisasi gambir di Sumbar.
Gubernur menjelaskan bahwa Sumbar merupakan penghasil gambir terbesar di Indonesia, dengan produksi mencapai 26.912,18 ton pada 2024.
“Perlu diketahui bahwasanya ada tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Sumbar yang dikenal sebagai sentra produksi gambir,” kata Gubernur.
“Saat ini, Sumatera Barat telah swasembada beras. Kami akan melanjutkan upaya ini ke sektor-sektor lain seperti jagung, kelapa, kakao, dan kopi, dengan harapan dapat menurunkan angka kemiskinan,” kata Mahyeldi.
Kepada Mentan Andi Amran Sulaiman, Gubernur Mahyeldi Ansharullah juga berjanji akan berkoordinasi dengan bupati dan walikota se-Sumbar untuk mempercepat pengembangan produk pertanian.
Sebagai tindak lanjut, Menteri Pertanian berencana mengunjungi Sumbar untuk meninjau langsung lokasi yang menerima dana ABT di sektor pertanian.