Ini 3 Problem Besar yang Dihadapi Perkebunan Rakyat di Sumut

Ini 3 Problem Besar yang Dihadapi Perkebunan Rakyat di Sumut

Medan, mediaperkebunan.id – Sumatera Utara (Sumut) adalah provinsi pelopor industri perkebunan di Indonesia sejak era penjajahan atau kolonialisme Belanda.

Adapun luas keseluruhan perkebunan di Provinsi Sumut pada saat ini adalah sebanyak 2,1 juta hektar (Ha), yang ditanami beragam tanaman perkebunan seperti karet, kelapa bulat, maupun kelapa sawit, kopi, kakao, atau pun aren.

Namun menurut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Distanbun) Sumut, Zakir Syarif Daulay, pelaku usaha perkebunan yang didominasi oleh para pekebun swadaya yang mencapai puluhan ribu jiwa dan tersebar di berbagai kabupaten sentra perkebunan di Sumut.

“Ada sejumlah tantangan besar yang dihadapi oleh sektor perkebunan di Sumut,” kata Zakir Syarif Daulay dalam paparan resmi kepada para wartawan di Medan, Selasa (16/9/2025).

Disebutkannya, dengan luas perkebunan milik rakyat di Sumut yang mencapai 2,1 juta Ha dan ditanami berbagai komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, kelapa dalam, serta komoditas lain seperti aren, sejumlah persoalan berat tetap membayangi para pekebun.

“Namun demikian, sektor perkebunan rakyat masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain akses permodalan yang terbatas, rendahnya penerapan teknologi budidaya, serta harga pasar yang fluktuatif,” sebut Zakir Syarif Daulay.

Dia mengakui seluruh tantangan yang dihadapi para pekebun telah disampaikan kepada Togap Simangunsong selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut (Provsu) saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Disbunnak Sumut di Jalan AH Nasution beberapa waktu yang lalu.

Kepada Sekda Provsu Togap Simangunsong, Zakir Syarif Daulay mengaku saat itu Disbunnak Sumut tidak menyerah terhadap tantangan yang dihadapi para pekebun, melainkan melakukan berbagai kebijakan yang berpotensi membuat posisi pekebun naik kelas.

“Kepada Pak Sekda Provsu Togap Simangunsong kami sampaikan kalau Disbunnak Sumut telah menerapkan berbagai strategi,beber Zakir Syarif Daulay.

“Seperti strategi penggunaan bibit perkebunan yang unggul, penerapan praktik budidaya modern, dan hilirisasi produk melalui pengolahan lokal,” beber Zakir Syarif Daulay.

Pihaknya pun siap mendukung program Asta Cita Presiden melalui upaya swasembada pangan dan energi, serta mendukung visi-misi Sumut Berkah, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Dia bilang, Sekda Provsu sangat menyambut dan mendukung langkah Disbunnak Sumut dalam membantu para pekebun di berbagai subsektor perkebunan, sekaligus mendorong agar turut menjaga stabilitas ekonomi Provinsi Sumut yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Terutama melalui beragam produk perkebunan seperti karet, kopi, sawit, kelapa bulat, kakao, aren, dan lainnya, juga produk-produk dari peternakan yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Disbunnak Sumut,” tegas Zakir Syarif Daulay.

“Denga. Semua hal itu diharapkan Disbunnak Sumut dapat ikut serta menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga pangan dan ketahanan energi guna mendukung upaya Pemprov Sumut dalam mengendalikan laju inflasi,” tegas Zakir Syarif Daulay.