Medan, mediaperkebunan.id – Sebagai salah satu produsen benih kelapa sawit unggul, berkualitas, dan legal di Indonesia, ASD Bakrie ingin sekali membantu pemerintah, baik pusat maupun daerah, serta para petani sawit dari penyebaran benih yang ilegal dan tidak berkualitas.
“Tentu saja ASD Bakrie sangat concern dalam persoalan ini. Kami berharap semua pihak yang terkait kelapa sawit, termasuk dalam hal ini adalah para petani, terhindar dari penggunaan benih palsu,” ucap Budi Nasution selaku Seed Sales & Marketing Head PT. ASD Bakrie OPSI.
Karena dasar itulah, kata Budi Nasution kepada Mediaperkebunan.id, Jumat (29/8/2025), Budi Nasution mengatakan ASD Bakrie sangat menyambut baik kegiatan Indonesian Palm Oil Small Holder Conference and Expo (IPOSC) ke 5 di Kabupaten Kubu Raya , Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Sebagai informasi, IPOSC ke-5 digelar oleh Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) pada tanggal 24-26 September 2025 di Hotel Q Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, selama dua hari, yaitu mulai 24 sampai 25 September 2025.
Tema IPOSC ke-5 ini adalah “Sinergitas Stakeholder Mengatasi Stagnasi Produktivitas Sawit Rakyat- Kemitraan – PSR – ISPO – Inovasi Petani”.
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian menjadi pendukung even ini.
Menurut Budi Nasution, setidaknya ada 5 penyebab yang membuat benih sawit illegal masih banyak beredar di masyarakat umum, yaitu, pertama, benih ilegal ditawarkan dengan harga yang sangat murah.
Kedua, kata Budi Nasution, akses benih ilegal justru banyak terdapat di berbagai lokapasar atau marketplace; ketiga, penjualan benih ilegal justru dijual door to door atau dari pintu ke pintu.
“Keempat, syarat pembelian kecambah yang legal dan berkualitas dianggap sulit
diakses oleh para petani sawit. Dan terakhir, kelima, justru terjadi keterbatasan informasi sumber benih sawit yang resmi,” papar Budi Nasution.
Budi Nasution mengingatkan semua pelaku usaha sawit kalau penggunaan benih yang ilegal sangat merugikan pekebun sawit karena sangat berpengaruh pada produktivitas kebun petani.
Hal ini, sambungnya, memang diakibatkan, salah satunya, adalah sumber benih tersentralisasi di beberapa provinsi dan umumnya di Pulau Sumatera.
Untuk menanggulangi penyebaran benih yang ilegal ini, Budi Nasution lalu mengungkapkan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan oleh ASD Bakrie.
“Ya, salah satunya tentu saja kami akan hadir di acara IPOSC ke-5 di Kabupaten Kubu Raya nanti. Kami ingin menjadi lebih dekat ke petani kelapa sawit, dalam hal ini tentu yang ada di wilayah Provinsi Kalbar,” tegas Budi Nasution.