Panyabungan, mediaperkebunan.id – Para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, termasuk dari kalangan petani, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dipersilahkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk memanfaatkan 4 program utama yang telah disiapkan.
“Adapun 4 program utama itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama BPDP, Pak Eddy Abdurrachman, kepada saya di Jakarta beberapa waktu yang lalu,” kata Bupati Madina, H Saipullah Nasution, kepada puluhan petani sawit mitra plasma pada akhir pekan yang lalu.
Bupati menyampaikan hal tersebut dalam acara bertajuk “Silaturahmi, Diskusi, dan Sharing” yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina di kota Panyabungan dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait di jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) Madina.
Seperti Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) M Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Taufik Zulhandra Ritonga, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Akhmad Faisal, serta Kepala Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM, Muktar Afandi Lubis.
“Ada empat program utama yang dapat dimanfaatkan masyarakat Madina, antara lain pelatihan tenaga kerja yang anggarannya disiapkan untuk pelatihan buruh dan petani sawit, mulai dari keterampilan teknis hingga manajemen kebun,” beber Bupati Madina.
Program kedua, kata Bupati lagi, adalah bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan yang bisa dimanfaatkan KUD sawit di Madina dengan cara mengajukan kebutuhan alsintan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.
Program ketiga, sambungnya, berupa beasiswa anak petani sawit. Kata Bupati Madina, tersedia 4.000 kuota beasiswa penuh setiap tahun di 33 universitas di Indonesia yang bisa dimanfaatkan oleh para petani sawit.
“Sebagai informasi, tahun ini ada 9 anak petani sawit dari Madina yang berhasil lolos mendapatkan beasiswa dari BPDP. Tahun depan target kita bisa 200–300 anak petani sawit ikut tes beasiswa sawit,” tutur Bupati lebih lanjut.
Kemudian program yang keempat adalah peremajaan sawit rakyat (PSR) yang merupakan kesempatan besar bagi petani untuk mengganti tanaman tua dengan bibit yang unggul dan berkualitas .
“Program PSR dan tiga program lainnya ini ibaratnya dari kita, untuk kita. Uang yang dipungut lewat ekspor sawit, dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk program nyata. Maka jangan disia-siakan,” tambah Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya pendidikan generasi muda. Ia berharap anak-anak petani sawit di Madina dapat melanjutkan pendidikan tinggi, terutama di bidang perkebunan.
”Kalau kita punya lahan besar tapi anak-anak kita tidak berpendidikan tinggi, sulit mengelola perkebunan kelapa sawit secara profesional,” ucap Bupati mengingatkan.
“Ke depan, saya sangat berkeinginan agar kelak Kabupaten Madina punya banyak sarjana perkebunan yang lahir dari keluarga petani sawit itu sendiri,” tegas Bupati Madina H. Saipullah Nasution.