Semarang, mediaperkebunan.id – Adakan pembukaan Bintalfisdisbun, Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) yang merupakan perguruan tinggi vokasi dengan kompetensi perkebunan kelapa sawit kembali dipercaya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk mendidik putra putri petani kelapa sawit.
Sudah dipercaya sejak 2016, pada tahun ini AKPY menerima sebanyak 550 mahasiswa beasiswa BPDP. Tak hanya itu, AKPY juga menerima mahasiswa dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan beasiswa melalui perusahaan dan reguler dengan total 570 mahasiswa diterima pada tahun 2025.
Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan menyampaikan bahwa AKPY memiliki cita-cita dan tujuan untuk mencetak kader-kader pembangunan yang memiliki kompetensi yang utuh terkait keterampilan serta untuk menjawab dunia industri. Untuk mewujudkan hal tersebut, AKPY melakukan metode pertama yaitu setiap mahasiswa baru wajib mengikuti Bina Mental, Fisik, Disiplin dan Kenal Kebun (Bintalfisdisbun) sebelum perkuliahan dimulai agar mahasiswa menjadi Taruna Andalan Sawit yang berkarakter tangguh.
Pembukaan Bintalfisdisbun AKPY Tahun Ajaran 2025/2026 telah berlangsung pada hari ini, Selasa (16/09) di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2) Ungaran, Semarang, Jawa Tengah dengan menghadirkan mahasiswa dari 128 Kabupaten dan 26 Provinsi serta 20 perusahaan mitra yang siap menyerap para mahasiswa ketika mereka lulus nanti.
“Perusahaan sengaja kami hadirkan saat awal kuliah supaya bisa tahu persis mahasiswa kami seperti apa dan kurikulum yang akan diajari. Ada 20 perusahaan besar yang sudah biasa ditempati untuk kegiatan magang,” ungkap Sri Gunawan saat ditemui oleh Media Perkebunan.
Hadir dalam acara, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ir. Baginda Siagian, M.Si. memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru agar siap menjalani perkuliahan dan menjadi Taruna Andalan Sawit yang handal dan siap kerja.
“Kita masih perlu SDM berkualitas untuk membangun perkebunan kelapa sawit rakyat dari 16,8 juta hektar kelapa sawit nasional, 42-43 persen-nya adalah sawit rakyat, teman-teman lah yang akan menjadi pahlawan di situ,” ujar Baginda.
Kegiatan Bintalfisdisbun para mahasiswa AKPY sendiri sudah mulai tanggal 10 dan akan berlangsung sampai tanggal 20 September 2025 di Kompi Denhanud 474 Paskhas Yogyakarta dan Kebun SEAT (KP2) Ungaran, Jawa Tengah.
Sri Gunawan berharap para lulusan AKPY setelah lulus bisa paham betul dengan pekerjaan-pekerjaan di kebun karena kurikulumnya sudah sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kelapa Sawit.
“Kurikulum kita sudah sangat sesuai dengan lapangan pekerjaannya nanti. Wajib kita tanamkan kepada dosen agar mahasiswa setelah lulus harus bekerja di sawit, bukan di non sawit karena yang kita ajarkan khusus mengenai sawit,” pungkasnya.