67,6 Ton Kopi dari SRG Subang Diekspor ke RRT

67,6 Ton Kopi dari SRG Subang Diekspor ke RRT

Subang, mediaperkebunan.id – Sebanyak 57,6 ton kopi jenis Robusta atau setara 3 kontainer 20 feet yang tersimpan melalui proses sistem resi gudang (SRG) di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat (Jabar) diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Proses ekspor tersebut, seperti keterangan resmi yang diperoleh Mediaperkebunan.id, Rabu (30/7/2025), dilepas oleh Wakil Menteri (Wamen) Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Senin (28/7/2025) yang lalu.

Adapun perusahaan eksportir kopi Robusta tersebut adalah Zhanjiang Fruit Home Trading. Co Ltd, dan perkiraan nilai ekspor sebesar USD 264,96 ribu atau setara dengan Rp 4,31 miliar.

Kata Wamen Dyah Roro Esti Widya Putri, Kementerian Perdagangan memiliki instrumen kebijakan yang inovatif dan strategis, yaitu SRG yang diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“SRG bukan hanya sekadar instrumen tunda-jual dan pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan dan penguatan daya saing perdagangan komoditas Indonesia di pasar global,” ucap Wamen Dyah Roro Esti Widya Putri.

Ekspor komoditas kopi ini, kata Wamendag, dilakukan dari gudang SRG yang dikelola oleh Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (KPGLB) yang telah memiliki kerja sama (kontrak) ekspor komoditas kopi dengan pembeli di beberapa negara.

“Seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Lebanon, Vietnam, serta Tiongkok sebagai pasar ekspor terbaru,” ucap Wamendag Roro.

Dia menyampaikan bahwa di tengah dinamika global saat ini, Indonesia tetap berupaya untuk meningkatkan ekspor ke lintas negara.

Tantangan ekonomi global terkait penurunan pasokan untuk berbagai komoditas krusial, termasuk kopi, akibat perubahan iklim serta adanya peningkatan permintaan global yang konsisten.

Hal ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia.

“Kami optimistis Indonesia mampu menangkap peluang yang ada karena neraca perdagangan kita berhasil mempertahankan tren surplus pada Semester I-2025,” kata Wamendag Roro.

Sebagai informasi, total nilai ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai USD 24,61 miliar yang merefleksikan pertumbuhan tahunan atau year-on-year atau yoy sebesar 9,68 persen yang didorong oleh kinerja ekspor nonmigas.

Dalam menjawab tantangan dan peluang tersebut, Wamendag menegaskan bahwa salah satu upaya Kementerian Perdagangan agar mampu memenuhi pasar global

“Yaitu melalui SRG karena kuantitasnya yang terukur, kualitasnya yang teruji, dan kontinuitas pasokan yang terjaga,” tegas Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri.