Kubu Raya, mediaperkebunan.id – Dari 81 persilangan pohon induk benih Topaz dari Asian Agri, 1.476 tanaman menghasilkan TBS dengan warna virescens sedang 1.652 tanaman menghasilkan TBS dengan warna nigrecens. Nigrecens buahnya berwarna hitam ketika masih mentah berubah merah keunguan ketika matang, sedang virescens berwarna hijau ketika mentah dan berubah jadi oranye cerah ketika matang. Nigrecens lebih umum dibudidayakan.
Dengan kondisi demikian menurut Yopy Dedywiryanto , Head of Planting Material Asian Agri pada 5th IPOSC, maka benih Topaz 1-4 yang digunakan oleh perusahaan perkebunan dan petani ada yang TBSnya virescens. Karena tidak umum digunakan ada beberapa Pabrik Kelapa Sawit yang menolak buah ini.
Padahal hasil pengujian laboratorium menunjukkan buah virescens ini lebih tinggi rendemennya. “Bila ada petani yang tanamannya menggunakan benih Topaz 1-4 dan buahnya viresces, ditolak oleh PKS bisa menghubungi kami. Kami akan datang ke PKS dan melakukan uji laboratorium. Menurut pengalaman, beberapa PKS setelah melihat hasilnya malah menetapkan harga premium untuk TBS virescens ini,” katanya.
Sejak 2024 kecambah Topaz 1-4 sudah terjual 200 juta di seluruh dunia. Topaz selalu menjaga kualitas/kemurnian benih mulai dari uji DNA diawal untuk menunjukkan kemurnian Tenera tanpa kontaminasi Dura, sertifikat ISO 9001: 2015 sistim jaminan mutu; sertifikasi benih oleh UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan, Dinas Perkebunan Riau, sampai pengemasan dengan seal keamanan , kemasan tidak bisa dibuka selama proses transportasi. Uji DNA pada buah dengan tahun tanam 2006-2016, kontaminasi dura 0,13%.
Topaz 1-4 generasi 1 berdasarkan uji multi lokasi di 2 provinsi,tiga jenis tanah (mineral, gambut dangkal dan gambut dalam), ditanam tahun 1996, tahun pertama TM produksi 16 ton TBS/ha, TM3-6 32 ton TBS/ha, OER 25%, produksi CPO 8,5 ton/ha. Sedang generasi 2 TM 1 24 ton TBS/ha, TM 3-6 38 ton TBS/ha, OER 29%, CPO > 10 ton/ha. Dilepas dengan SK Mentan tanggal 16 Januari dengan nama Topaz 1 (Dura Deli x Pisifera Nigeria), Topaz 2 (Dura Deli x Pisifera Ghana), Topaz 3 (Dura Deli x Pisifera Ekona), Topaz 4 (Dura Deli x Pisifera Yangambi).
Topaz Generasi 2 berdasarkan hasil percobaan hanya menghasilkan kombinasi DxP yang teruji dan terbukti yaitu panen tahun pertama 24 ton TBS/ha/tahun, tahun ke 3-6 38 ton TBS/ha/tahun, OER 29%, CPO > 10 ton/ha.KUD Pepatahan Maju yang menggunakan benih Topaz tahun 2018-2019 menjadi juara lomba produktivitas GAPKI.
Topaz juga sudah menghasilkan benih toleran Ganoderma dengan kapasitas produksi 26.000 bibit/bulan atau 312.000/tahun.
Dilepas dengan SK Mentan tahun 2019 Varietas Topaz GT panen TM 1-2 produksi TBS 27,7 ton/ha, jumlah janjang 30,3/pokok, rata-rata berat janjang 6,7 kg. Panen TM 3-6 produksi TBS 34,5 ton/ha, jumlah janjang 18,1 /pokok/tahun, berat janjang 14,1 kg, OER 26,7%, produksi CPO 9,2 ton/ha, pertambahan tinggi pertahun 47,5 cm, lebar kanopi 6,5 m. Dari 18 progeny rata-rata tingkat infeksi 45,6%.
Bagi yang peremajaan maupun penanaman baru antisipasi terkena Ganoderma adalah dengan menggunakan benih Topaz GT. Harganya memang lebih mahal tetapi tambahan investasi tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kerugian bila terkena Ganoderma.