Bandung, mediaperkebunan.id – PTPN IV saat ini mempunyai 71 PKS yang tersebar di seluruh Indonesia , terdiri dari 62 type rebusan horizontal dan 13 vertikal. Kapasitas total 3.095 ton/jam tersebar di 7 regional 13 provinsi. Regional 1 eks PTPN III 12 PKS, regional I eks PTPN VIII 2 PKS, regional 2 eks PTPN IV 16 PKS, regional 2 eks PTPN II dan XIV 5 PKS, regional III eks PTPN V 12 PKS, regional IV eks PTPN VI 8 PKS, regional III eks PTPN XIII 9 PKS, regional VI eks PTPN I 3 PKS, regional VII eks PTPN VII 4 PKS. Fitra Rinaldi, Kepala Divisi Teknis dan Pengolahan PTPN IV menyatakan hal ini pada 3rd TPOMI 2025 yang diselenggarakan Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia dan Media Perkebunan.
Pengaruh teknologi digitalisasi seperti IoT, big data, sistem otomatisasi untuk memonitor dan mengelola proses produksi kelapa sawit sehingga lebih efisien, transparan dan berbasis data dapat mendorong akselerasi kinerja PTPN. Palm Co business cockpit dan teknologi IoT membantu pengambilan keputusan operational mill, juga program PICA tekpol. Terjadi kenaikan rendemen rata-rata dari 22,87 2019 menjadi 23,5 pada Juni 2025.
Ada 12 parameter kunci untuk perbaikan operasional mill untuk mencapai ektraksi maksimum dan efisiensi biaya.
Ada 3 outcome yang mendukung optimalisasi kinerja PTPN Group, melalui program PICA yaitu pareto based key issue identification, mudah mengenali dan menentukan pareto permasalahan secara tepat dan efektif. Oversight corrective action mempermudah pengawalan dan pengawasan corrective action setiap unit PKS. Fundamental Imporvement penguatan fundamental dan memastikan proses bisnis berjalan sesuai ketentuan dan best practises.
Penggunaan teknologi dalam peningkatan produktivitas PKS PTPN IV saat ini adalah :
Next Gen Operation With PICA, tools PICA merupakan kepanjangan dari Problem Identication and Coorective Action. Merupakan alat manajemen dalam memonitoring parameter lead measure PKS beserta corection action.
Palm Co Business Cockpit, menjadi dashborad terpusat dapat memberi informasi strategis guna pengambilan keputusan. Digunakan BOD untuk memonitoring kinerja tergarerasi dari semua region dan unit.
IoT Technology Dashboard, MIMIS angka kerja, dashboard memonitoring angka kerja (tekanan, suhu) secara real time berbasis IoT. MIMS losses dan mutu, dashboard menonitoring losses CPO dan mutu produksi secara real time berbasis IoT.
Driving Positive Work Culture through SAPA (Sistim Aplikasi Kepatuhan), berfungsi untuk peningkatan kepatuhan implementasi SOP dan IK di PKS.
Tiga poin yang menjadi hambatan pelaksanaan monev untuk mendukung percepatan pengambilan keputusan adalah sumber data belum terintegrasi, kurang akurat, penggunaan SAP sebagai satu-satunya sumber data yang benar belum optimal, dilakukan penguatan SAP. Mayoritas data berupa data tabular dan tidak real time, sulit mendapatkan informasi secara jelas dan cepat untuk pengambilan keputusan, diatasi dengan business cockpit dan teknologi IoT dashboard (MIMS, PICA dan PBC. Belum optimalnya aksi korektif dalam optimalisasi kinerja karena ketidaktepatan identifikasi masalah, diatasi dengan pengawasan berjenjang.
Alur kerja pelaksanaan monev memanfaatkan teknologi digital di PKS dalam peningkatan produktivitas adalah manajemen PKS bekerja, monitor, analisa, peringatan; semua terdata dalam Palm Co Business Cockpit, dashboard IoT (monitoring real time angka kerja), dashborad IoT (monitoring real time losses), dashboard monitoring 12 parameter PKS (PICA), semuanya membantu menemukan akar permasalahan, pengawasan aksi korektif PKS. Tujuannya memaksimalkan ekstraksi rendemen dan efisiensi biaya (Rp/kg).
Memastikan 75 PKS PTPN IV menuju performa operational excellence, PICA adalah alat atau tool manajemen dalam menyelesaikan adanya disparitas antara target dan kondisi real di PKS. Metode ini dapat digunakan analisa penyelesian masalah untuk menyusun program kerja.
Tugas di PKS memaksimalkan ekstraksi rendemen (menghasilkan produksi semaksimal mungkin dengan kehilangan produksi seminimal mungkin). Efisiensi cash cost penggunaan biaya operasi yang tepat sasaran untuk menghasilkan biaya yang efisien. Optimalisasi dilakukan dengan memulai perbaikan pada 12 parameter pabrik yaitu : stagnasi, kapasitas, utilitas, lossis MIS, Lossis IS, excess cangkang, ALB MS, kotoran MS, K Air MS, ALB IS, Kadar kotoran IS, Kadar air IS.
Manager PKS adalah pihak yang ingin dibantu dengan PICA tujuan monitoring parameter kunci secara real time yang terintegrasi; analisis identifikasi masalah yang fokus pada Pareto masalah; memudahkan manajemen dalam aksi perbaikan; menurunkan potensi kehilangan pendapatan.
Program SAPA memastikan kepatuhan SOP setiap personil di PKS untuk mencapai operational excellence. Dengan tasklist apel pagi, proses pengolahan, estetika pabrik, sampel lossis, sortasi, monitoring IPAL, perbaikan kerusakan.