2nd T-POMI
2022, 28 September
Share berita:

JAKARTA, Mediaperkebunan.id – Sagu menjadi salah satu komoditas perkebunan sebagai pengendali impor tepung terigu. Bahkan sagu juga menjadi komoditas dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.

Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Hendratmo Bagus Hudoro mengatakan, dari potesi kebun sagu nasional mencapai 5,5 juta hektare (Ha) yang baru dimanfaatkan baru 200.845 Ha (3,55%). “Untuk itu kami terus mendorong pengembangan sagu di sentra pengembangan,” ujarnya.

Program Ditjenbun dalam pengembangan sagu untuk kemandirian pangan lokal (tepung); pengembangan tepung untuk subtitusi impor; pengembangan gula cair untuk kemandirian lokal; pengembangan sagu untuk energi terbarukan (bioetanol).

Pengembangan tepung sagu untuk konsumi lokal tahun anggaran 2020-2022 adalah penataan lahan 2.000 Ha dengan target produksi 6.000 ton tersebar di Riau 500 Ha produksi 1.500 ton, Maluku Utara 100 Ha produksi 300 ton, Papua 1.000 Ha produksi 3.000 ton, Papua Barat 400 Ha produksi 1.200 ton.

Pengembangan tepung sagu untuk subtitusi impor 2022-2024 200.000 ha terdiri dari Kabupaten Mappi Papua 150.000 Ha dan Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat 50.000 Ha, target produksi 600.000 ton.

Sedangkan untuk pengembangan gula cair untuk kemandirian lokal berlokasi Kabupaten Kepulauan Meranti Riau seluas 100 Ha. Dengan produksi pati sagu 300 ton maka dapat diproduksi gula cair 450.000 liter dan gula serbuk 150 ton. (*)

Baca Juga:  Sagu Baruk yang Tahan Kekeringan