https://api.whatsapp.com/send?phone=6281361509763
Petrokimia Gresik
24 October, 2021
Bagikan Berita

Jakarta, Mediaperkebunan.id

Tahun 2021 kegiatan terbesar Direktorat Tanaman Tahunan dan Penyegar, Ditjen Perkebunan, dari sisi luas lahan adalah kawasan kelapa dengan luas 10.637 ha dan anggaran Rp65,74 miliar. Terdiri dari reguler 1.280 ha anggaran Rp4,28 miliar dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 9.357 ha dengan anggaran Rp61,45 miliar. Heru Tri Widarto, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar menyatakan hal ini.

Realisasi sampai 14 Oktober 2021 adalah 4.672 ha (44%) sedang anggaran terserap Rp28,07 miliar (42,94%). Kelapa dalam dialokasikan 7.500 ha dengan kebutuhan benih 900.000 batang, realisasi sampai 14 Oktober 534.000 batang . Kelapa genjah dialokasikan 3.007 ha dengan kebutuhan benih 357.000 batang realisasi 101.860 batang.

Sedang tahun 2022 rencana kawasan kelapa 11.000 ha terdiri dari perluasan 5.100 ha, peremajaan 4.900 ha dan intensifikasi 1.000 ha.

Kedua terbesar adalah kawasan kopi 6.731 ha dengan anggaran Rp73,61 miliar terdiri dari reguler 300 ha dengan anggaran Rp4,73 miliar dan PEN 6.071 ha dengan anggaran Rp68,87 miliar. Realisasi sampai 14 Oktober 2021 adalah 2.141 ha (34,14%) dengan anggaran Rp28,7 miliar (38,71%).

Kebutuhan benih kopi untuk reguler 300.000 batang realisasi sudah 200.000 batang.Sedang untuk PEN 5.941.000 batang sudah dipenuhi 1.941.000 batang.

Tahun 2022 rencana kawasan kopi adalah 18.500 ha terdiri dari perluasan 1020 ha dan intensifikasi 17.480 ha. Perluasan kopi terdiri dari kopi robusta di DI Yogyakarta 50 ha dengan kebutuhan benih 50.000 batang dan Sulawesi Tenggara 100 ha dengan kebutuhan benih 100.000 batang.

Perluasan kopi arabika di Jawa Barat 200 ha kebutuhan benih 200.000 batang, DI Yogyakarta 50 ha kebutuhan benih 50.000 batang, Papua 500 ha kebutuhan benih 500.000 batang, Papua Barat 20 ha kebutuhan benih 20.000 batang , Sumatera Utara 100 ha dengan kebutuhan benih 100.000 batang.

Baca Juga  Harga Kakao Februari 2018

Kawasan kakao 2.955 ha dengan anggaran Rp48,94 miliar terdiri dari reguler 1.575 ha dengan anggaran Rp25,1 miliar dan PEN 1.420 ha dengan anggaran Rp28,43 miliar. Realisasi sampai 14 Oktober 2021 2.575 ha (85,98%) dengan serapan anggaran Rp38,82 miliar (79,47%).

Kebutuhan benih kakao untuk reguler 1.575.000 batang sudah terealisasi semua. Sedang untuk PEN kebutuhan benih 1.420.000 batang realisasi 1.000.000 batang. Tahun 2022 kawasan kakao rencana 5.550 ha terdiri dari perluasan 200 ha, peremajaan 4.250 ha dan intensifikasi 1.100 ha.

Kawasan karet 1.210 ha dengan anggaran Rp12,38 miliar terdiri dari reguler 510 ha dengan anggaran Rp5,11 miliar dan PEN 9.357 ha dengan anggaran Rp61,45 miliar. Realisasi 1.110 ha (91,74%) dengan serapan anggaran Rp10,61 miliar (86,79%).

Kebutuhan benih karet reguler 255.000 batang sudah terealisasi seluruhnya. Sedang untuk PEN 350.000 batang realisasi 300.000 batang.

Tahun 2022 direncanakan kawasan pengembangan karet 5.900 ha terdiri dari perluasan 100 ha, peremajaan 1.250 ha dan intensifikasi 4.550 ha. Kebutuhan benih karet tahun 2022 mencapai 675.000 batang terdiri dari perluasan dengan satker BPTP Pontianak 50.000 batang. Sedang peremajaan dengan satker Jambi 300 ha benih 150.000 batang, Sumsel 450 ha 225.000 batang, Kalsel 200 ha 100.000 batang, Ditjenbun 300 ha 150.000 batang.

Kawasan jambu mete 1.650 ha (PEN) dengan anggaran Rp6,35 miliar. Realisasi 175 ha (10,61%) dengan serapan anggaran Rp1,09 miliar (17,12%). Kebutuhan benih 198.000 batang realisasi 33.000 batang.

Tahun 2022 kawasan jambu mete (PEN) 1.075 ha terdiri dari perluasan 200 ha dan peremajaan 875 ha. Perluasan satker Bali dan Maluku Utara masing-masing 100 ha dengan kebutuhan benih masing-masing 12.000 batang. Satker Ditjenbun peremajaan 225 ha dengan kebutuhan benih 27.000 batang dan BBP2TP Surabaya 450 ha kebutuhan benih 54.000 batang.

Baca Juga  DEKOPI MINTA PUSLITKOKA KEMBANGKAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN KOPI DI KAWASAN HUTAN

Kawasan sagu (reguler) 901 ha dengan anggaran Rp5,1 miliar.Realisasi 601 ha (66,7%) dengan serapan anggaran Rp3,67 miliar (71,96%). Kebutuhan benih 20.000 batang sudah terealisasi semua.

Tahun 2022 rencana 1.000 ha terdiri dari perluasan 200 ha dan penataan 800 ha. Perluasan sagu 100 ha di Riau dan satker BBP2TP Medan 100 ha dengan kebutuhan benih masing-masing 12.000 batang.

Kawasan penyegar dan tanaman tahunan lain pinang 400 ha anggaran Rp6,86 miliar dan aren 125 ha anggaran Rp955,83 juta. Realisasi 425 ha (80,95%) dengan anggaran Rp4,93 miliar (63,1%). Kebutuhan benih aren 15.000 batang sudah terealisasi sepenuhnya sedang pinang 400.000 batang terealisasi 300.000 batang.

(Visited 35 times, 1 visits today)